
DENPASAR – Pariwisata Bali masih menjadi tumpuan utama pertumbuhan ekonomi selain infrastruktur. Jumlah kunjungan wisatawa di Bali terus mengalami peningkatan terlebih lagi pandemic Covid 19 berangsur pulih dan menjadi endemi.
Kedatangan wisatawan di Bali semakin meningkat. Hal ini sebagai pertanda pariwisata di Bali makin menggeliat terlebih lagi suksesnya Bali sebagai tuan rumah G20 beberapa waktu lalu.
Ada harapan Bali bisa kembali bangkit dan berangsur pulih, terbukti kunjungan wisatawan ke Bali baik domestic maupun asing mengalami peningkatan yang cukup bagus perkembangannya. Setelah pandemic covid-19, kedatangan wisatawan ke Bali sudah mencapai 2 juta lebih.
Sayangnya, dibalik menggeliatkanya pariwisata di Bali, banyak wisatawan yang menyalahgunakan visa kunjungannya. Tujuannya berlibur tetapi sampai di Bali menjadi pekerja illegal. Bahkan banyak yang mengambil alih sejumlah pekerjaan masyarakat local di Bali sehingga ini menjadi pelanggaran, melanggar undang-undang sehingga perlu diawasi ketat oleh instansi terkait.
Penegasan itu disampaikan Sekretaris DPD Hanura Provinsi Bali, Gede Wirajaya Wisna, Rabu (8/3/2023) kepada wartabalionline.com, menyikapi berbagai pelanggaran penyalahgunaan visa kunjungan berlibur oleh sejumlah wisatawan di Bali.
Gede Wirajaya Wisna mengatakan, banyak wisatawan bekerja illegal di Bali mulai menawarkan jasa fotografer, tato, membuka salon, hingga ada yang jualan sayur. Kebanyakan pelakunya dari wisatawan Rusia dan Ukrani. Kedua Negara tersebut sedang berkonflik sehingga banyak warganya datang ke Bali menghindari konflik di negaranya.
“Mirisnya, mereka masuk ke sector UMKM, wisatawan asing seolah-olah menjajah pekerjaan warga local dan ini mengancam pelaku UMKM,”tegasnya.
Menurut politisi partai Hanura Buleleng ini, kalau terus dibiarkan maka pariwisata Bali akan menjadi pariwisata semu tidak akan memberikan manfaat terhadap kesejahteraan masyarakat Bali sesuai harapan. Sebab, pekerjaan warga local sudah diserobot oleh wiatawan yang menyalahi visa kenjungannya berlibur tetapi menjadi pekerja illegal di Bali.
“Fenomena ini luar biasa massif dan kita dari DPD Hanura Bali sangat berharap instansi terkait dari Dinas Pariwisata dan Imigrasi melakukan pengawasan sehingga pencegahan bisa dilakukan lebih awal dan bisa ditertibkan secepatnya,”pintanya.
Wirajaya Wisna menambahkan, melihat perkembangan kunjungan wisatawan di Bali, traffic kunjungan terbanyak sepanjang Januari 2023 masih dari Negara Australia sebanyak 91.254 wistawan, posisi kedua dari Rusia mencapai 22.104 wisatawan, posisi ketiga dari India dengan 21.700 wisatawan, posisi ke empat Korea Selatan dengan jumlah kunjungan 17.598 wisatawan dan posisi ke lima dari Singapura dengan jumlah kunjungan 16.386 wisatawan.
Sementara itu pada tanggal 1 Maret 2023, sesuai data Badan Pusat Statistik mencatat sebanyak 331.912 kedatangan wisatawan asing pada bulan Januari 2022. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar -12,02% dibandingkan November 2022.
“Kedepannya, kita berharap perkembangan kedatangan wisatawan ke Bali bisa meningkat dan wisatawan yang berlibur ke Bali wisatawan berkelas, membawa duit banyak sehingga memberikan manfaat besar terhadap kesejahteraan masyarakat Bali,”pungkasnya. (arn/jon)








