
DENPASAR – Hetakan musik penuh energi mengguncang Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 untuk pertama kalinya sejak festival ini digelar, di Madya Mandala, Taman Budaya Bali (Art Center), Denpasar, Minggu (12/7/2026) malam.
Panggung FSBJ menghadirkan konser musik rock bertajuk ‘Rockestrasi: Perjalanan Musik Rock Indonesia-Dunia’ garapan Pregina Production .
Musik rock untuk pertama kalinya menjadi bagian dari program resmi Festival Seni Bali Jani (FSBJ). Melalui pertunjukan Band Rock Rockestrasi: Perjalanan Musik Rock Indonesia-Dunia, produksi Pregina Showbiz, Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, dipenuhi dentuman musik rock yang dipadukan dengan aransemen orkestra.
Pertunjukan menghadirkan Bali Rockestra, Balawan, Dasa Strings, Rocker Muda Jawara, Ballbreaker (AC/DC Tribute), dan Blackburn (Iron Maiden Tribute). Konser dibagi ke dalam tiga segmen, yakni tribute band, Generasi Rock Jawara, dan Rockestrasi yang mempertemukan musisi rock dengan orkestra melalui lagu-lagu rock klasik Indonesia maupun mancanegara.
Penanggung jawab pertunjukan dari Pregina Showbiz, Gus Mantra, mengatakan Rockestrasi merupakan bentuk penghormatan kepada para maestro musik rock yang telah memberi pengaruh besar terhadap perkembangan musik rock di Bali dan Indonesia.
“Pagelaran ini kami bagi menjadi tiga segmen, yakni tribute band, Generasi Rock Jawara, dan Rockestrasi yang memadukan musisi rock dengan orkestra. Kami ingin mengajak penonton melihat kembali perjalanan musik rock Indonesia dan dunia sekaligus memberikan penghormatan kepada karya-karya para maestro yang menjadi inspirasi lahirnya musisi-musisi rock di Bali,” ujarnya.
Menurut Gus Mantra, Rockestrasi juga menjadi upaya membangkitkan kembali semangat musik rock yang berjaya pada era 1990-an. Sekitar 80 orang terlibat dalam produksi pertunjukan tersebut.
Kurator Festival Seni Bali Jani, Made Adnyana, mengatakan Rockestrasi menjadi tonggak baru karena untuk pertama kalinya musik rock dihadirkan dalam program resmi festival.
“Ini pertama kalinya Festival Seni Bali Jani menghadirkan pementasan musik rock. Musik itu sangat luas dan di Bali perkembangan musik rock sudah berlangsung sejak lama,” katanya.
Menurutnya, pertunjukan tersebut tidak hanya menjadi ajang nostalgia melalui lagu-lagu Iron Maiden, AC/DC, Led Zeppelin, Deep Purple, God Bless, hingga Nicky Astria, tetapi juga menunjukkan regenerasi musisi rock Bali karena karya-karya tersebut dibawakan bersama musisi muda.
Sementara itu, personel Blackburn, Putu Agus Yudiantara, mengapresiasi Festival Seni Bali Jani yang membuka ruang bagi komunitas musik rock.
“Harapannya Festival Seni Bali Jani tidak hanya menghadirkan teater, puisi, atau tari modern, tetapi juga terus memberi ruang bagi berbagai genre musik,” ujarnya.
Kehadiran Rockestrasi menjadi salah satu upaya memperluas spektrum seni modern di Festival Seni Bali Jani sekaligus menunjukkan bahwa perkembangan musik rock di Bali terus berlanjut melalui kolaborasi lintas generasi. (*)








