
Harga Cabai Makin ’Pedas’ Tembus 95 Ribu, Ini Langkah Dinas Pertanian Badung
MANGUPURA – Pelonjakan harga komuditas cabai rawit juga terjadi di Kabupaten Badung. Data dari Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kabupaten Badung harga cabai rawit, Senin 27 Desember 2021 menembus angka Rp 95 ribu per kilogram. Disisi lain, Dinas Pertanian dan Pangan Badung memiliki program Masyarakat Tanam Cabai untuk mengantisipasi pelonjakan harga cabai yang terjadi hampir setiap tahun.
Data Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kabupaten Badung, harga cabai rawit di Pasar Kuta II mengalami penurunan dari Rp 92 ribu menjadi Rp 85 ribu, Pasar Mengwi Rp 95 ribu tidak mengalami perubahan, dan Pasar Blahkiuh Rp 85 ribu, harga rata-rata Rp 88,3 ribu
Terkait lonjakan harga cabai, Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung I Wayan Wijana, adalah fenomena rutin setiap tahun khususnya saat musim hujan. “Pada musim produktivitas cabai mengalami penurunan drastis dan sangat rentan terserang hama penyakit. Tidak hanya terjadi di Badung namun juga didaerah lain sebagai sentra cabai,”jelasnya.
Diungkapkannya, di Badung sentra produksi cabai tersebar di wilayah kecamatan Petang, Abiansemal dan Mengwi. Karena keterbatasan lahan, luas tanam cabai di Badung rata-rata 40 sampai 60 hektar per tahun. Sedangkan berdasarkan kebutuhan cabai yg semakin meningkat, idealnya luas tanam cabai minimal sekitar 200 hektar per tahun.
Upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi gejolak harga cabai saat ini, pihaknya telah memiliki kampung cabai seluas 10 hektar, yang saat ini sudah mulai berproduksi dan mulai bisa dipanen bulan Januari mendatang . “Diluar program kampung cabai, juga sudah banyak sentra- cabai yang sudah panen karena saat ini harga cabai sedang naik,”imbuhnya.
Disamping kampung cabai, untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga cabai bagi rumah tangga, pihaknya juga mempunyai program Masyarakat Tanam Cabai ( Matanabe) bekerjasama dg Bank BPD Bali. Program ini mendorong masyarakat menanam cabai dipekarangan rumah dan lahan-lahan tidak produktif. “Kita memberikan bantuan bibit cabai, pupuk dan pendampingan. Untuk tahun ini program Matanabe menyasar Desa Tibubeneng,”pungkasnya. (lit)








