
JEMBRANA – Banjir bandang merendam puluhan rumah warga dan memutus sebuah jembatan gantung di Banjar Nusamara, Desa Yeh Embang Kangin Kecamatan Mendoyo. Akibat banjir, 19 KK terisolir.
Kondisi ini mendapat perhatian khusus Bupati Jembrana I Nengah Tamba beserta Ketua DPRD Ni Made Sri Sutarmi. Bupati Tamba turun langsung ke lokasi putusnya jembatan dan meminta jembatan dibangun kembali.
“Karena akses jembatan disini tidak ada, tentu harus dibangun lagi, agar warga di seberang sungai bisa keluar dan beraktifitas secara normal,“ terang Bupati di lokasi banjir, Jumat (5/11/2021).

“Tadi bersama Sekda, Ibu Ketua DPRD, dan Kalak BPB di lapangan, kita sempat koordinasi dengan sisa anggaran Rp1,8 M, bagaimana jembatan di sini bisa dibangun kembali. Bangun yang sederhana dulu, besi yang lama kalau bisa dimanfaatkan lagi, langkah awal bagaimana warga tidak terisolir apalagi ada anak-anak sekolah,” terang Bupati di lokasi banjir.
Terhadap 19 KK yang terisoleir disiapkan segala kebutuhan logistiknya. “Kita lihat apa saja yang mereka butuhkan akibat dampak banjir, BPBD akan membawakan sembako, karena air besar tidak bisa menyeberang gunakan parahu karet, membawa sembako ke sana,” tambah Bupati.
Sementara Perbekel Yeh Embang Kangin Gede Suardika, mengatakan selain memutus jembatan Nusamara, terdapat 31 KK terdampak rumahnya tergenang air. “Memang tidak ada korban jiwa dan kerusakan parah, namun kerusakan pada infrastruktur jembatan gantung yang hanyut, bangunan lapak warung di Nusamara, serta sejumlah ternak sapi, babi dan itik juga dilaporkan hanyut,” terang Suardika. (ara,dha)









