
JEMBRANA – Sebuah langkah progresif kembali ditunjukkan oleh masyarakat Kabupaten Jembrana dalam mengatasi permasalahan sampah sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Melalui inovasi berbasis komunitas, Banjar Warnasari Kelod meluncurkan program Banjar Smart Hub pada Jumat (29/5/2026). Acara dihadiri Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan beserta jajaran pejabat daerah, instansi terkait, serta mitra strategis dari BPD Bali dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Kelian Banjar Warnasari Kelod, Kadek Rama menyampaikan rasa bangga dan kebahagiaannya atas transformasi yang terjadi di balai banjarnya.
Menurutnya, tempat yang dulunya identik hanya untuk pertemuan adat dan persiapan upakara, kini telah “naik kelas” menjadi pusat solusi lingkungan dan ekonomi warga.
“Melalui konsep Smart Hub ini, apa yang dulunya menjadi masalah besar yaitu sampah, kini bisa kita kelola sedemikian rupa hingga berubah menjadi berkah bagi warga. Melalui sistem pemilihan sampah yang terintegrasi, warga kami kini bisa merasakan manfaat nyata. Kuncinya sederhana: memilah sampah dari sumbernya,” ujar Kadek Rama.
Sinergi Multi-Layanan: Dari Bayar Tagihan hingga Investasi Emas
Transformasi Banjar Smart Hub ini diperkuat oleh kolaborasi erat dengan sektor perbankan. Dalam sistem ini, aplikasi digital Agen MaiLaku dan Balipay milik Bank BPD Bali resmi digunakan secara interaktif oleh masyarakat untuk mempermudah transaksi harian dan pembayaran wajib seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Samsat, PLN, PDAM, hingga kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Banjar Smart Hub ini juga menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) melalui jaringan Agen BSI. Lewat program kemitraan strategis ini, warga Banjar Warnasari Kelod kini memiliki kesempatan emas untuk langsung mengonversikan hasil tabungan sampah terpilah mereka menjadi investasi logam mulia (emas).
Kehadiran Agen BSI di tengah banjar memberikan kemudahan akses perbankan inklusif, mulai dari setor-tarik tunai, transfer antarbank, hingga edukasi finansial masa depan dalam bentuk emas fisik yang aman dan bernilai tinggi.
Kelian Banjar Kadek Rama menegaskan, kesiapan Banjar Warnasari Kelod untuk membagikan pola pengelolaan berbasis digital dan investasi lingkungan ini ke banjar atau desa lain di Jembrana.
Arahan Bupati Jembrana: Instruksikan Desa Lain untuk Mereplikasi Inovasi.
Apresiasi tinggi pun datang dari Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan. Ia menekankan bahwa inovasi hulu ke hilir seperti ini sangat krusial bagi masa depan daerah.
Kembang Hartawan menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan desa dan kelurahan di Kabupaten Jembrana untuk meniru dan mereplikasi sistem yang telah berjalan di Banjar Warnasari Kelod ini.
Menurutnya, model integrasi antara pengelolaan lingkungan, layanan digital perbankan daerah dari BPD Bali, serta program konversi sampah menjadi emas dari BSI ini harus menjadi standar baru di Jembrana agar penanganan sampah selesai dan tuntas dari tingkat banjar.
Selain itu, Bupati Kembang juga mengingatkan pentingnya sinergi data lanjutan, salah satunya mengintegrasikan data PBB dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar administrasi wilayah semakin rapi dan akurat.
Pada kesempatan itu, Bupati turut memberikan apresiasi khusus kepada Sekaa Gong yang telah menyemarakkan jalannya acara dengan tabuhan yang dinamis.
Acara peluncuran ini dihadiri oleh jajaran undangan yang sangat lengkap. Di antaranya,
Ketua DPRD Kabupaten Jembrana Sri Sutharmi, Perwakilan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bali,Perwakilan Brida Provinsi Bali, Pimpinan dan Tim Bank BPD Bali,Pimpinan dan Tim Bank Syariah Indonesia (BSI),BPJS Ketenagakerjaan, BPKAD, dan Badan Pusat Statistik (BPS),Para pimpinan OPD, instansi terkait, jajaran TNI/Polri, serta Perbekel setempat.
Acara ditutup dengan pemukulan gong oleh Bupati Jembrana, yang menandai babak baru Banjar Warnasari Kelod sebagai Banjar Smart Hub yang mandiri dan menginspirasi.








