
GIANYAR – Sejumlah pedagang yang menempati relokasi di Banjar Gelumpang, Desa/Kecamatan Sukawati, Gianyar, masih menggantungkan harapan kepada pemerintah diizinkan berjualan sembako di gedung blok C Pasar Sukawati.
Bahkan, mereka merasa pesimis pasar relokasi bakal ramai dikunjungi pembeli.
Pantuan WARTA BALI, Senin (1/11/2021), suasana di tempat tersebut cukup lengang dan beberapa kios tutup. Pedagang yang bejualan tidak lebih dari 25 orang.
Ketut, salah seorang pedagang yang ditemui berharap blok C Pasar Sukawati yang kini masih proses dibangun nantinya bisa diperuntukkan untuk berjualan sembako dan sejenisnya.
“Saya kurang tahu kebijakan pemerintah tidak mengizinkan berjualan sembako di sana (blok C). Kalaupun alasan agar tidak kumuh, kan bisa ditata dan pedagangnya diedukasi,” ucapnya.
Ia berharap pemerintah mengkaji ulang kebijakan tersebut. Sebab, pasar relokasi yang kini dipakai berjualan sepi. “Karena yang belanja memang tidak mau ke sini,” ujarnya.
Segendang sepenarian, Ibu Pipin asal Guwang juga berharap kepada pemerintah memberikan izin berjualan sembako di blok C Pasar Sukawati.
“Di sini berjualan hanya dapat Rp 25 ribu. Orang malas belanja ke sini karena jauh. Kalau di tempat lama (blok C) dekat dengan pura dan akses jalannya bisa tembus kemana-mana,”harapnya.
Sayangnya, harapan dari para pedagang sepertinya takkan terealisasi. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gianyar, Luh Gede Eka Suary menegaskan detail atau rancangan bangunan diperuntukkan untuk pasar seni.
“Enggaklah (tidak bisa jualan sembako). Kan memang pasar gambaran dan persiapannya peruntukannya untuk pasar seni. Kalau pasar umum lain lagi gambarnya. Kalau niki (blok C) sampun digambar dan dibangun sesuai perencanaan,” tegasnya. (jay)








