
BULELENG – Pemetaan daerah rawan pada gelaran Pemilihan Kepala Desa/Prebekel Serentak Tahun 2021 telah dilakukan Polres Buleleng. Selain penebalan personil, untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan, Polres Buleleng juga telah menyiapkan pasukan Pengendali Massa (Dalmas) dan 1 Pleton Pasukan Brigadir Mobil (Bromib) Polda Bali.
“Ada sejumlah titik rawan yang telah dipetakan dan kami antisipasi dengan penebalan personil serta penyiagaan pasukan Dalmas dan 1 pleton pasukan Brimob Polda Bali. Pasukan Dalmas stanby di Makopolres sementara pasukan Brimob disebar pada tiga lokasi, Buleleng Barat, Tengah dan Timur,” ungkap Kabagops Polres Buleleng, Kompol I Gusti Alit Putra, Jumat, 22 Oktober 2021 di Mapolres Buleleng.
Mantan Kapolsek Gerokgak ini memaparkan, pergeseran pasukan dan personil, termasuk pola pengamanan 139 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar pada 40 desa penyelenggara pemilihan kepala desa/prebekel akan dilakukan berdasarkan kondisi kerawanan dan potensi terjadinya gangguan kamtibmas.
“Intinya, seluruh tahapan Pilkel kami amankan, terutama tahapan kampanye 25-27 Oktober, masa tenang H-1 sampaui dengan H+1 kegiatan pemungutan dan penghitungan suara. Kami tidak mau over estimate berupaya semaksimal mungkin mengamankan Pilkel Serentak Tahun 2021 di Kabupaten Buleleng,” tegasnya.
Kabagops Alit Putra mengajak dan mengimbau calon prebekel agar taat aturan dan melaksanakan kesepakatan damai yang telah dideklarasikan.
“Kami juga selalu mengingatkan personil Polri yang bertugas agar tetap menjaga netralitas dan independensi,” pungkasnya.(kar)








