
BULELENG – Diduga karena ribut soal gadai sepeda motor dengan istrinya, Kadek Budi Suryawan (32) beralamat di Kelurahan Banjar Tegal, Kecamatan Buleleng nekat mengakhir hidupnya dengan cara gantung diri. Aksi nekat korban diketahui kali pertama istrinya Yuliawati Sri Ekasari, Kamis, 21 Oktober 2021 Pukul 11.00 WITA.
“Saksi mendengar anaknya berteriak saat melihat korban, tergantung pada jendela kamar tidur. Melihat kondisi korban, saksi bersama paman korban berupaya mendobrak pintu yang terkunci dari dalam,” ungkap Kapolsek Kota (Kapolsekta) Singaraja, Kompol Dewa Dharma Aryawan.
Kapolsekta Dewa Dharma memaparkan, setelah mengetahui korban dalam kondisi meninggal dunia saksi bersama paman korban, Gede Budiasa melapor kepada aparat desa dan petugas Babinsa dan Babinkamtibmas.
“Mendapat laporan tersebut, Babinkamtibmas melanjutkan laporan ke Piket Polsek Kota Singaraja untuk penanganan lebih lanjut,” tandasnya.
Dari hasil penyelidikan yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja diketahui sebelum ditemukan meninggal dunia, korban dan istrinya sempat berkomunikasi terkait sepeda motor yang digadaikan.
“Saat berkomunikasi sekitar Pukul 06.00 WITA, korban sempat mendorong istrinya keluar dan lanjut mengunci kamar sampai kemudian ditemukan gantung diri pada jendela pada Pukul 11.00 WITA,” terangnya.
Terkait penyebab kematian korban, Kapolsekta Dewa Dharma mengatakan akibat gantung diri sesuai dengan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan petugas kesehatan dari Puskesmas Buleleng I.
“Dari hasil pemeriksan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban kecuali lukas bekas jeratan pada leher. Petugas kesehatan menyatakan, korban murni meninggal akibat bunuh diri,” jelasnya.
Terkait motif, belum diketahui secara pasti dan masih dalam penyelidikan.
“Namun dari keterangan saksi, diduga kuat karena ribut soal gadai motor dengan istrinya,” katanya.
Pihak keluarga menolak otopsi dan menyatakan menerima dengan ihklas kematian korban sebagai musibah. (kar)








