Palsukan Surat Vaksin dan Rapid Antigen, Dua Sopir Travel Diamankan Polres Jembrana

0
334
surat palsu
Dua Sopir travel penyedia surat vaksin dna rapid test antigen bodong diamankan aparat Polres Jembrana

JEMBRANA-Dua orang sopir travel, Supriadi Holihin (29) alamat Desa Badean Bangsal Sari Jember. Serta Abdul Halim (28) beralamat Desa Sanaloak Waru, Pamekasan, terpaksa digelandang ke Mapolres Jembrana, setelah aksinya mengantarkan penumpang ketahuan mengunakan surat rapid antigen dan surat vaksin palsu. Kedua sopir travel tersebut diamankan saat membawa penumpang keluar dari pelabuhan Gilimanuk.

Mereka ditangkap pada waktu yang tidak bersamaan, Supriadi Holihin yang membawa mobil Suzuki APV, diamankan Selasa 17 Agustus 2021. Sedangkan, Abdul Halim mengunakan mobil Zenia diamankan Kamis 19 Agustus 2021 dini hari. Dari pemeriksaan petugas terhadap kelengkapan surat vaksin maupun rapid antigen negatif bagi pelaku perjalanan, ternyata identitas KTP sepuluh penumpang di kedua mobil travel itu tidak cocok dengan yang tertera disurat vaksin maupun rapid.

BACA JUGA:   Enam Penerima Bantuan Bedah Rumah Tanpa SK Bupati Diperiksa

Ada 10 penumpang, semua surat vaksin maupun surat rapid antigennya, berbeda dengan identitas KTP asli para penumpang. Usut punya usut para penumpang yang mau balik ke Jawa itu, mendapat surat vaksin maupun rapid antigen dan KTP yang disediakan sebelumnya para sopir.

Namun penumpang dimintai membayar biaya surat vaksin maupun rapid beserta KTP-nya besarannya mulai Rp 300 hingga 500 Ribu. Kedua sopir mengakui surat vaksin maupun rapid dan KTP yang dibawanya merupakan pinjaman dari sesama sopir travel di Pulau Jawa.

BACA JUGA:   Reaktif, Tiga Awak Truk Dipulangkan

Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, modus sopir memalsukan surat rapid test antigen dan surat vaksin termasuk KTP penumpang di Pelabuhan Gilimanuk.

“Sopir menyediakan surat vaksin maupun rapid orang lain, yang tidak sesuai dengan data penumpang yang dibawa dikendaraan travel mereka,”terangnya.

Kapolres Adi Wibawa didampingi Kasat Reskrim Iptu Reza Pranat mengatakan, tujuan mereka untuk mengelabui para petugas yang melakukan pemeriksaan layaknya pelaku perjalanan. Untuk mempertangung jawabkan perbuatanya kedua sopir dijerat pasal 263 ayat 2 KUHP atau pasal 268 KUHP, atau pasal 14 ayat 1 UU No 4 tahun 1984, tentang wabah penyakit menular dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.
Kapolres menghimbau masyarakat jika melakukan perjalanan harap menyiapkan surat kesehatan. (ara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

13 − one =