Penebas Budiarsa Ditangkap, Begini Penegasan Kasat Reskrim

0
436
Polisi mengamankan beberapa debt collector kelompok mata elang terkait pembunuhan Gede Budiarsana.
Polisi mengamankan beberapa debt collector kelompok mata elang terkait pembunuhan Gede Budiarsana.

DENPASAR – Tak butuh waktu lama, tim Resmob Satuan Reskrim Polresta Denpasar menangkap pelaku penebasan terhadap Gede Budiarsa (24) hingga tewas di simpang Jalan Subur-Jalan Kalimutu, Tegal Harum, Denpasar Barat, Jumat 23 Juli 2021 sekitar pukul 15.00 WITA.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat mengungkapkan pelaku penebasan berinisial Wayan S. “Pelakunya orang Bali dan sudah ditangkap. Sekarang lagi diperiksa. Dia yang pegang parang, menebas kepala dan tangan korban,”ujar Mikael Hutabarat.

Hutabarat belum membeberkan kronologis kejadian karena masih mendalami pemeriksaan. Perwira melati satu ini hanya menegaskan kasus pembunuhan dipicu masalah pribadi. “Ini antara debitur dengan kreditur, masalah penarikan motor finance. Jadi, tidak ada hubungannya dengan ormas maupun orang Ambon. Kasusnya karena masalah pribadi,”tegas mantan Kasat Reserse Narkoba Polresta Denpasar ini.

BACA JUGA:   Bali Jangan Menyerah Hadapi Dampak Ekonomi Covid-19

Sementara itu, kakak korban berinisial DH melalui salah seorang kerabatnya menceritakan kronologis kejadian. Awalnya, DH memboceng Budiarsa menggunakan motor Lexi dicegat oleh debt collector di kawasan Kuta.

Mereka diminta datang ke markas mata elang di Jalan Gunung Patuha untuk menyerahkan kendaraan karena menunggak kredit. Tiba di lokasi, korban bersama kakaknya sudah ditunggu beberapa orang debt collector. “DH dan adiknya ini juga debt collector sehingga tahu aturan. Karena tidak ada penetapan pengadilan untuk penarikan, mereka pun menolak menyerahkan motor,” kata kerabat korban yang enggan namanya diwartakan kepada wartawan via telepon, Jumat 23 Juli 2021 sore.

BACA JUGA:   Desak Darmawati Lulus SMP Tinggalkan Rumah Bajang, Begini Penuturan Warga

Penolakan penyerahan kendaraan itupun memicu cekcok hingga berujung penyerangan. Keduanya dikejar hingga simpang Jalan Subur- Jalan Kalimutu. DH berhasil kabur menumpang ojek online. Sedangkan Gede Budiarsa berusaha naik pick-up yang sedang melintas. Namun, pria berbadan gempal yang bekerja sebagai satpam di salah satu restoran itu kena tebas hingga tewas. “Kakaknya juga mengalami luka di kepala kemungkinan kena kaca helm,”ujarnya.

BACA JUGA:   Buleleng Siap Gelar Vaksinasi Covid-19 Tahap I

Ia menegaskan tidak ada niat dari kedua korban untuk arogan dan mencoba membebaskan motor yang ditarik. “Karena mereka tahu aturan, makanya mereka menolak menyerahkan motor,”tandasnya. (dum)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

4 − three =