
KLUNGKUNG-Pandemi yang berlangsung selama setahun lebih membuat aktifitas pariwisata di Nusa Penida mati suri.
Tapi sejak satu bulan belakangan ini, aktifitas wisata spiritual ke Nusa Penida justru makin menggeliat. Apalagi pas hari libur bertepatan dengan hari raya seperti purnama, jumlah wisatawan lokal yang menginjakkan kaki di pulau yang berada di seberang Selat Badung itu mencapai ratusan setiap harinya.
“Sejak sebulan kunjungan orang mau sembahyang ke Nusa Penida makin meningkat setiap harinya. Mudah-mudahan situasi ini (pandemi) makin membaik,” tandas Camat Nusa Penida, Komang Widiasa Putra, Senin 31 Mei 2021.
Menurutnya ada tiga lokasi wisata spiritual yang ditawarkan oleh penjual jasa paket wisata yakni Pura Penataran Ped di Desa Ped, Pura Goa Giri Putri di Desa Suana dan Pura Puncak Mundi di Desa Klumpu.

“Pada umumnya tiga pura itu yang jadi tujuan utama. Ada lagi pura yang juga ramai dikunjungi yakni Pura Paluwang di Desa Bungamekar,” katanya seraya menyampaikan selain melayani ke lokasi tujuan utama, paket tour wisata juga memberikan service tambahan mengunjungi sejumlah destinasi seperti Pantai Kelingking, Pantai Broken Beach, Pantai Angel Billabong.
Biaya untuk paket tour tiga pura, kata Widiasa Putra berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu. “Tergantung banyaknya objek yang dikunjungi,” ujar camat Nusa Penida ini.

Menggeliatnya wisatawan spiritual ke Nusa Penida berimbas pula ke puluhan sopir angkutan wisata. Mereka tidak lagi ‘lumpuh’ akibat industri pariwisata mati suri.
“Mereka (sopir) mulai ada aktifitas, kecuali di Lembongan masih sepi,” demikian Widiasa Putra. (yan)









artikel yang menarik
bangkit baliku