Tujuh Komplotan Pemalsu Surat Keterangan Sehat Diringkus

0
169
KOMPLOTAN PEMALSU : Tujuh tersangka pembuat sekaligus pengedar surat keterangan (suket) kesehatan palsu dirilis Polres Jembrana.

JEMBRANA-  Jajaran Polres Jembrana akhirnya berhasil meringkus komplotan pelaku pemalsuan surat keterangan sehat agar bisa menyeberang  ke Banyuwangi di Pelabuhan Gilimanuk. Ada tujuh orang pelaku berhasil diringkus. Ternyata otak pelaku  pemalsuan adalah tukang ojek.

Penangkapan  ketujuh komplotan pemalsu surat keterangan sehat ini dilakukan dua   kali di lokasi yang berbeda.  Awalnya petugas menangkap tiga orang pelaku   yakni Ferdinan Marianus Nahak(35) sopir travel asal   Kelurahan Jimbaran,  Kuta Selatan.Putu Bagus Setya Pratama (20) pengurus travel, asal Lingkungan Penginuman Gilimanuk serta  Surya Wirahadi Pratama (30) wiraswasta  asal  Lingkungan Arum, Kelurahan Gilimanuk.  Kemudian npetugas Kembali empat anggota komplotan ini yakni Widodo (38)  warga Lingkungan Arum Kelurahan Gilimanuk,Ivan Aditya (35) asal Jember. Roni Firmansyah (25) asal  Lingkungan  Arum Gilimanuk, Putu Endra Ariawan (41) asal Lingkungan Asri Gilimanuk.

Para tersangka,  memiliki peran berbeda beda ,  mencari sasaran warga atau pemudik penumpang pejalan kaki termasuk rombongan  penumpang  yang habis turun dari angkutan umum   di seputaran pelabuhan Gilimanuk. Sasaran yang  dicari penumpang pemudik yang  memang tidak punya atau  membawa surat keterangan sehat  dari tempat mereka bekerja atau tinggal. Mereka menawarkan suket yang discan dan diperbanyak oleh Widodo  yang keseharianya bekerja menjadi tukang ojek dipelabuhan Gilimanuk. 

Surat keterangan kesehatan, blangkonya seolah dikeluarkan Dokter Aulia Marlina, di wilayah Denpasar Barat. Diperbanyak diprint ditempat  Surya Wirahadi, Ivan Aditya serta Roni Firmansyah. Sedangkan Putu Endra, Putu Bagus Setya Pratama, Surya Wirahadi  berperan menawarkan berikut memperbanyak blangko bila ada pemesan suket lebih dari satu orang atau rombongan.   Sedangkan Ferdinan Marianus  Nahak bertugas mengisi identitas bila ada yang memesan. Suket palsu dijual Rp 100 hingga 300 ribu perlembar. “Para tersangka ini, memiliki peran berbeda beda,mulai dari  mencari sasaran, mengisi  identitas, memperbanyak   termasuk  memperjual belikan.Otak  membuat surat keterangan sehat palsu adalah WD, “terang  Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa didampingi Kasat Reskrim AKP Yogie Pramagita,serta Kapolsek Pelabuhan Gilimanuk   Kompol Gusti Sudarsana, Jumat (15/05 2020)

Penangkapan komplotan suket palsu ini  ditangkap dilokasi berbeda-beda, pertama,  tiga orang ditangkap Polsek Gilimanuk serta 4 orang ditangkap tem opsnal  Polres berikut barang bukti 5 lembar suket yang sudah dibeli saksi saksi, uang tunai Rp  200 ribu, 6 lembar blangko belum terisi identitas satu buah pulpen,  satu prangkat komputer lengkap dengan CPU serta printer  serta dua buah handpone. “Barang bukti disita dari tiga tersangka ditangkap pertama,”jelas  Kapolres Adi Wibawa.

Sedangkan dari 4 tersangka lainnya diamankan bukti 2 kembar suket atas nama saksi serta sebuah printer. Sedangkan modusnya memanfaatkan  SE Nomor 4 Tahun 2020 tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan  Copid-19  dengan cara  membuat surat keterangan kesehatan palsu serta menjual kepada pengguna pelabuhan.  “Ketujuh tersangka  dijerat pasal 263 atau pasal 268 KHUP tentang membuat surat palsu atau membuat surat keterangan dokter yang palsu dengan ancaman 6 tahun penjara,” pungkasnya.(ara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here