
DENPASAR – The King’s of Revolutions luncurkan album anyar yang menyapa panggung musik Bali. Album yang dimotori Bagus Agung Shri Aji Nathaswara ini sarat dengan kritikan sosial.
Ada 11 lagu diantaranya 6 lagu berbahasa Bali, 4 lagu berbahasa Indonesia dan 1 lagu berbahasa Inggris. Album ini didukung oleh personil gaek diantaranya Ajik Nathaswara atau Ajik The Kings (Lead Vocal), Gus Kobar (Lead Guitar), Kadek Pago (Bass Guitar), Wayan Cetu (Drummer), Gus Alit (Keyboard), Idham Noorsaid (Brass), Judea (Brass), dan Pande Tresna (Perkusi).
“Dalam album kami, juga menyampaikan kritik sosial, seperti menjaga budaya dan alam Bali, anti narkoba, dan lainnya,” ujar Ajik The Kings disela-sela launching album “The King’s of Revolutions” di Warunk Pepe Kuta, belum lama ini.
Album perdana ini, memang mengangkat lokal genius sehingga menyajikan budaya sebagai bukti masih kuatnya masyarakat Bali dalam menghadapi akulturasi budaya. Album The King’s of Revolutions ingin membawa lagu ini ke kancah nasional. “Saat ini, kita ingin dari Bali ke tingkat Nasional, dan pada Mei 2024 album kedua dari Nasional menuju Internasional. Karena lagu-lagu itu nantinya didominasi bahasa Inggris,” sebutnya.
Lagu-lagu dalam album, ‘The King’s of Revolution’ ini masing-masing lagu memiliki power sendiri serta pesan-pesan penting. Album The King’s, menyajikan Love Is Wonderful, Pelangi 2024, Cinta Buta, Jeg Jalanin, Milu – Milu Tuwung, Sampun Sue, Dumadak Kamu Bagia, Tekek Metimpal, Ulah Elah dan Akhiri. “Dalam album ini kami sampaikan kritik sosial. Seperti dalam lagu Pelangi 2024 itu, akan ada pesta demokrasi, maka politik apapun itu, mesti tetap kembali ke Merah Putih,” imbuhnya.
Personel The King’s ini memang bukan muda lagi, namun mereka memiliki frekuensi yang sama, sehingga membentuk sebuah band baru. Usai memaparkan profil grup band ini, lalu diisi dengan penampilan album baru ini. (sur,dha)








