
KARANGASEM – Desa Adat Besakih akhirnya memutuskan untuk mengembalikan empat pralingga Ida Bhatara ring soring ambal-ambal Pura Besakih ke Pura Merajan Selonding. Prosesi ngewaliang pralingga itu dilaksanakan bertepatan Tilem Sadha, Minggu (18/6/2023).
Empat pralingga Ida Bhatara soring ambal-ambal yang dikembalikan untuk diseneb di Pura Merajan Selonding, yakni, Ida Bhatara Ulun Kulkul, Bangun Sakti, Manik Mas dan Pralingga Ida Bhatara Pesimpangan.
Prosesi mengembalikan pralingga tersebut dipuput tiga sulinggih, disaksikan oleh pemerintah dan beberapa anggota DPRD Kabupaten Karangasem, Denpasar dan Bali.
“Keputusan ngewaliang (mengembalikan) pralingga Ida Batara soring ambal-ambal untuk diseneb di Pura Merajan Selonding, setelah Desa Adat Besakih menggelar tiga kali paruman. Upacara ini dilaksanakan akibat adanya miskomunikasi saat penyineban karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih 26 April lalu,” kata I Gusti Bagus Karyawan, selaku Ketua Panitia prosesi mengembalikan pralingga Ida Bhatara soring ambal-ambal ke Pura Merajan Selonding tersebut.

Dijelaskan, saat penyineban karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, tujuh pralingga Ida Bhatara yang ada di soring ambal-ambal, empat diantaranya tidak diseneb di Pura Merajan Slonding, tapi malah mesineb di dua pura berbeda, yakni dua pralingga kasineb di Pura Manik Mas dan dua Pralingga lainnya kasineb di Pura Ulun Kulkul.
“Sejak awal tujuh pralingga Ida Bhatara soring ambal-ambal mesineb di Pura Merajan Selonding. Namun saat nyineb karya IBTK lalu, tanpa ada pemberitahuan empat pralingga malah kasineb di Pura Manik Mas dan Pura Ulun Kulkul,” ungkap Bagus Karyawan.
Dia menambahkan, tujuh pralingga yang disineb di Pura Merajan Selonding, yakni pralingga Ida Bhatara Merajan Selonding, Pralingga Ida Bhatara Goa Raja, Pralingga Ida Bhatara Ulun Kulkul, Pralingga Ida Bhatara Bangun Sakti, Pralingga Ida Bhatara Manik Mas, Pralingga Ida Bhatara Pesimpangan dan Pralingga Ida Bhatara Dalem Puri.
Nyineb seluruh pratima Ida Bhatara di Pura Merajan Selonding, kata Bagus Karyawan, sudah dilakukan sejak zaman Raja Shri Kesari Warmadewa tahun 882 M-914 M. Dana, Pura Merajan Selonding merupakan bagian dari tempat sucinya (merajan) keluarga Raja Shri Kesari Warmadewa, yang di empon oleh warih Anglurah Kubayan.
“Sekarang semua pralingga Ida Bhatara soring ambal-ambal sudah kasineb di Pura Merajan Selonding. Semoga dengan sudah dikembalikannya tujuh pralingga pada tatanan yang semestinya, bisa membuat perubahan yang baik untuk Desa Besakih,” harapnya.
Serangkaian upacara ngewaliang pralingga Ida Bhatara soring ambal-ambal ke Pura Merajan Selonding, kata Bagus Karyawan, juga dilaksanakan ngadegang Anglurah Mangku Kubayan.
“Anglurah Mangku Kubayan merupakan pemucuk pasemetonan I Gusti Anglurah Mangku Kubayan Sakti. Menurut sastra dan awig – awig beliau merupakan pemangku yang juga ngemponin beberapa Pura. Nah sebelum beliau menjalankan tugas di beberapa pura, beliah harus dikukuhkan dulu sebagai Anglurah Mangku Kubayan,” pungkas Bangus Karyawan. (wat,dha)








