
UNUD – Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Udayana (Unud) belum lama ini menggelar sebuah seminar berskala internasional, di Ruang Aula Pascasarjana, Lantai 3, Kampus Sudirman, Denpasar.
The 2nd International Seminar on Fish and Fisheries Sciences (ISFFS) tersebut terselenggara atas kerja sama dengan Masyarakat Iktiologi Indonesia (MII).
ISFFS kedua itu dilaksanakan selama 2 hari secara hybrid (luring dan daring) dengan mengangkat tema ‘Manajemen Ketahanan pada Perikanan untuk Ekonomi Biru yang Berkelanjutan’. Kegiatan dihadiri oleh 119 oral presentations dan 50 poster presentations dari 16 negara.
Turut hadir perwakilan Gubernur Provinsi Bali (Ir Putu Sumardiana MP), Rektor Unud (Prof Dr Ir I Nyoman Gde Antara), Ketua Masyarakat Iktiologi Indonesia (Prof Dr Krismono), perwakilan Badan Riset dan Indonesia (BRIN), Dekan FKP Unud (Prof Dr Ir I Wayan Nuarsa MSi), serta dosen dan mahasiswa di lingkungan Unud.
Dalam sambutannya, Rektor Unud meyakini segenap hadirin telah sepakat bahwa tema yang diangkat dalam ISFFS kedua adalah semangat yang harus terus dijaga. Yakni dalam kaitannya dengan mempertahankan ketahanan pangan, terutama pada bidang perikanan.
Itu sekaligus sebagai langkah dukungan terhadap Ekonomi Biru yang berkelanjutan, yang termasuk pula dalam Sustainable Developments Goals.
“Universitas Udayana berhadap dapat meningkatkan skala kerja sama dan publikasi ilmiah melalui FKP Unud yang bekerja sama dengan MII, BRIN, Yayasan Bionesia, para narasumber, serta para peserta yang berasal dari berbagai negara,” sebut Rektor Unud sembari mengaku bangga dan berharap agar seminar internasional itu mampu memberi sumbangsih akademik pada bidang perikanan.

Lebih lanjut untuk diketahui pula, setelah dibuka secara resmi melalui pemukulan gong, seminar internasional itu dilanjutkan dengan pemaparan penelitian.
Yang mana sebelumnya itu telah diajukan dalam bentuk pengumpulan Abstrak oleh para peserta seminar, yang dibagi ke dalam beberapa sesi parallel. Melalui itu penyelenggara dan segenap panitia berharap agar kegiatan tersebut dapat memberikan dampak optimal pada bidang perikanan berkelanjutan. (adi/jon)
Sumber:
https://www.unud.ac.id








