
DENPASAR – Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Bali Kadek Arimbawa membuat kejutan. Bagaimana tidak, pada pendaftaran Bakal Calon anggota DPRRI di Sekretariat KPUD Bali, nama Kadek Arimbawa tidak muncul sebagai Bakal Calon baik di DPRD Provinsi maupun di DPR RI. Usut punya usut, ternyata Kadek Arimbawa namanya muncul di daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Tengah untuk pemilu legislatif 2024 mendatang.
Menurut Kadek Arimbawa yang juga akrab dipanggil Lolak, sesuai PKPU pada pencalegan pemilu legislatif 2024, identitas kependudukan pada pencalegan anggota legislatif tidak melihat daerah pemilihan melainkan bebas bisa memilih dapil baik untuk perebutan kursi kabupaten kota, provinsi maupun di DPR RI.
Lolak mengatakan, Sulawesi Tengah terdiri dari 13 kabupaten kota dan bahkan untuk kabupaten Morowali utara luas wilayahnya jauh lebih luas dari Bali. Sementara jumlah kursi yang diperebutkan ke DPR RI sebanyak 7 kursi.
“Pengalaman pemilu 2019 lalu, hampir semua partai mendapatkan satu kursi ke DPR RI termasuk partai Hanura. Hanya saja, partai Hanura saat itu tidak lolos parlemen threshould,” katanya.
Sementara alasan Lolak memilih Dapil Sulawesi Tengah karena sejak tahun 2019 lalu audah bulak-balik ke Sulawesi Tengah. Kebetulan sejak tahun tersebut memiliki usaha pengembangan perumahan sehingga harus bulak-balik ke Sulteng untuk urusan kegiatan usahanya. Olehkarenanya, sebagai kader partai yang dipercaya oleh induk partainya, pihaknya tidak peduli dengan dapil. Sebab masyarakat yang mau nyalon bisa memilih diseluruh wilayah Indonesia.
“Masyarakat yang saya sasar bukan hanya semeton Bali yang ada di Sulawesi Tengah melainkan telah melakukan interaksi dan pendekatan dengan seluruh masyarakat Sulawesi Tengah dengan berbagai suku agama,”ujar Lolak di Denpasar, Jumat (12/5/2023).
Menurutnya komunikasi politik juga sudah terbangun dengan kader-kader partai Hanura di Sulawesi Tengah. Bahkan responnya sangat luarbiasa.
“Karena ini adalah penugasan partai secara langsung oleh Ketua Umum, saya sebagai petugas partai, selalu siap ditugaskan dimana saja,”tegasnya.
Atas perintah partai tersebut politisi Hanura asal Klungkung ini sudah fix, maju ke DPR RI melalui Dapil Sulteng. Lolak menyebutnya, ketika memutuskan maju melalui Dapil Sulteng, awalnya banyak masyarakat Sulteng yang apriori terhadap keputusan tersebut. Sebab, dikhawatirkan, ketika nantinya terpilih, aspirasi masyarakat tidak bisa dikawal dan bahkan hanya untuk kepentingan Bali saja.
Untuk meyakinkan masyarakat Sulawesi Tengah, pihaknya susah duduk bersama tokoh masyarakatnya dan Lolak berjanji ketika terpilih, 100 persen perjuangan yang akan dilakukan untuk kepentingan masyarakat Sulawesi Tengah.
Menurutnya hampir semua kabupaten kota di Sulawesi Tengah ada masyarakat Bali yang sebelumnya adalah transmigrasi dan sekarang sudah menjadi warga Sulawesi Tengah. Seperti di Kecamatan Luwuk, Makapak, Poso, Morowali utara dan selatan, Donggala, masih banyak lagi dengan jumlah warga trans asal Bali sudah mencapai 80 ribu lebih.
“Saya sudah fix maju melalui Dapil Sulawesi Tengah, saya sudah menghitung secara mendalam dengan jargon tetap pokos pada pelestarian seni budaya masyarakat Sulawesi Tengah. Ketika sudah terpilih, saya berkomitmen mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat dengan mengedepankan transparansi,”janjinya.
Lolak menambahkan, kalau dibandingkan dengan Bali, medannya cukup berat bahkan daerahnya sangat luas. Meski demikian pihaknya meyakini setelah dapat berkomunikasi dengan pengurus partai Hanura di Sulawesi Tengah telah memberi reapon luarbiasa dan bahkan susah diatur ke sejumlah dapil sekaligus melakukan kunjugan dapil. Terlebih lagi di dua kabupaten kota, ada kader Hanura yang menjadi Bupati dan Walikota.
Lolak juga menyebutkan, sebelum ditetapkan dalam Daftar Calon Tetap (DCT), pihaknya akan turun ke bawah melakukan pendataan dan evaluasi. Salah satu program yang akan dijanjikan yakni kegiatan upacara ngaben massal gratis. Pun demikian program-program lainnya yang 100 persen untuk masyarakat Sulawesi Tengah.
“Saya akan bertarung secara penuh, menjadi calon jadi dan tidak mau menjadi ban serep atau sekedar calon. Saya harus bertarung habis-habisan untuk memperebutkan kursi ke DPR RI,”pungkasnya. (arn)








