
DENPASAR – Langkal awal membentuk tim bulutangkis pra-PON Bali, Pengprov PBSI Bali bakal menggelar seleksi untuk 28 pebulutangkis yang terdiri 14 pebulutangkis putra dan 14 pebulutangkis putri.
Seleksi tersebut bakal ditentukan selanjutnya kapan dan dimana akan dilangsungkan. Kriteria pebulutangkis untuk seleksi itu sendiri telah ditentukan berdasarkan beberapa prestasi dan kualitas.
Keputusan itu diambil pada rapat Pengprov PBSI Bali bersama pengkab dan pengkot PBSI seluruh Bali yang dipimpin langsung Ketua Umum PBSI Bali I Wayan Winurjaya bersama Wakil Ketua Candra Kusuma dan Sekretaris Umum (Sekum) IGB Arya Candra Palasara atau Tu Gus di Denpasar, Minggu (26/2/2023).
Disebutkan Wayan Winurjaya, kemungkinan besar pra-PON digelar di Yogyakarta pada pekan ketiga Agustus tahun 2023. Di sana ada long list untuk pebulutangkis yakni maksimal 14 putra dan 14 putri untuk setiap provinsi di seluruh Indonesia.
Setiap pengprov diberikan kuota maksimal 14 pebulutangkis dengan nomor beregu yakni 3 single dan 2 ganda masing-masing di putra dan putri. Dengan demikian setidaknya minimal 5 pebulutangkis untuk putra dan 5 pebulutangkis untuk putri.
“Tapi mengingat pengalaman di pra-PON Papua silam, Yogyakarta tidak mengisi kuota secara maksimum sehingga ketika terjadi halangan dari pemain itu maka saat akan menambah diluar long list itu akhirnya tidak bisa. Jadi nanti long list kami isi maksimal dulu meski minimal boleh 5 pebulutangkis masing-masing di putra dan putri. Kalau kuota idealnya tak lain 7 pebulutangkis putra dan 7 pebulutangkis putri. Kami rencanakan dan ini masih rencana tak lain yakni hasil seleksi 28 pebulutangkis putra dan putri nanti menjadi 10 pebulutangkis putra dan 10 pebulutangkis putri dulu,” tutur Winurjaya diamini Candra Kusuma dan Tu Gus.
Sedangkan untuk 14 pebulutangkis yang nantinya direkrut lanjutnya, berdasarkan hasil Porprov Bali XV/2022 lalu, hasil Kejurprov, hasil seleknas Piala Presiden dan pemain berkualitas dan ada di klub-klub besar di Indonesia. Para pebulutangkis itu disesuaikan dengan kriteria batasan usia yakni kelahiran tahun 2003 tidak boleh lebih. Karena ketentuannya maksimal berusia 21 tahun di PON 2024.
“Bali sendiri berada di wilayah III yang merupakan grup neraka karena bersama Jawa Tengah (Jateng), Banten, Yogyakarta dan Bali. Seperti kita ketahui seperti Jateng dan Banten merupakan level final di Kejurnas tahun 2022, sedangkan peta Bali masih berada di 16 besar Kejurnas itu. Tapi kami memiliki satu potensi yakni Kadek Dinda dimana prestasinya sampai juara Piala Presiden dan even nasional bergengsi lainnya,” terang Winurjaya.
Dengan demikian ditambahkannya, jika bali masuk minimal urutan ketiga di grup atau wilayah itu bisa turun di 2 single 1 ganda dan kalau minimal peringkat 2 bisa turun di perorangan dan beregu.
“Untuk itu kami sepakat dengan pengkab/pengkot seluruh Bali di sisa waktu 5 bulan ini kita akan membuat TC pra-PON dan yang terbaik kita kirim ke pra-PON. TC maksimal kami berlakukan dengan volume latihan sama dengan klub besar di pulau Jawa yakni 10 kali latihan dalam seminggu dengan kombinasi fisik dan psikologis serta lainnya. Selain itu juga kita lakukan try out aau try in dengan mengikuti even-even level nasional seperti Sirkuit Naisonal (Sirnas). Nanti kami undang juga pihak ketiga untuk bisa mendukung pemikiran dan pendanaan,” tutup Winurjaya. (ari/jon)








