
BANGLI – Semangat olahraga, budaya, dan inovasi digital berpadu dalam gelaran PenglipuRUN 2026 yang sukses menghadirkan lebih dari 300 peserta di Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, Minggu (7/6/2026).
Ajang ini tidak hanya menjadi perhelatan olahraga yang meriah, tetapi juga mempertegas posisi Penglipuran sebagai salah satu destinasi sport tourism unggulan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan pariwisata berkelanjutan.
Sebagai salah satu desa terbersih di Indonesia yang telah mendapat pengakuan internasional dari UN Tourism, Desa Penglipuran kembali membuktikan kemampuannya menghadirkan pengalaman wisata berkualitas melalui penyelenggaraan event yang aman, nyaman, dan berkesan.
Ratusan pelari dari berbagai daerah menikmati lintasan yang menyuguhkan keindahan alam, kearifan budaya, serta suasana khas desa yang menjadi daya tarik utama Penglipuran.
Lebih dari sekadar ajang lari, PenglipuRUN 2026 menjadi momentum penting dalam mendorong transformasi digital pariwisata desa. Dalam penyelenggaraan acara ini, PT Mitra Kasih Perkasa (MKP) sebagai mitra teknologi resmi Desa Penglipuran menghadirkan berbagai inovasi digital yang mendukung operasional destinasi sekaligus meningkatkan pengalaman wisatawan.
Melalui sistem yang terintegrasi, MKP mendukung pengelolaan kawasan wisata secara lebih modern, mulai dari sistem transaksi hingga penguatan ekosistem pembayaran non-tunai yang memberikan kemudahan bagi pengunjung maupun pengelola destinasi.
Tak hanya berperan sebagai sponsor acara, MKP juga memastikan aspek keamanan peserta menjadi prioritas. Seluruh peserta PenglipuRUN 2026 mendapatkan perlindungan Asuransi Personal Accident dari Jasindo selama kegiatan berlangsung.
Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan standar penyelenggaraan event yang semakin profesional, dengan memperhatikan pengalaman peserta sekaligus aspek mitigasi risiko dan keselamatan.
General Manager Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarsa, menyampaikan apresiasinya atas suksesnya penyelenggaraan PenglipuRUN tahun ini.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana memperkenalkan nilai-nilai budaya, kebersihan, dan keberlanjutan yang selama ini menjadi identitas Desa Penglipuran.
“PenglipuRUN bukan hanya kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan nilai-nilai budaya, kebersihan, dan keberlanjutan yang selama ini menjadi identitas Desa Penglipuran. Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak, termasuk MKP sebagai mitra teknologi dan Jasindo yang memberikan perlindungan bagi para peserta. Kolaborasi ini membuktikan bahwa desa wisata mampu menghadirkan event berkelas dengan standar pelayanan yang terus meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, CEO & Co-Founder MKP, Nicholas Anggada, menilai keberhasilan PenglipuRUN 2026 menjadi bukti nyata bahwa transformasi digital mampu memberikan dampak positif bagi pengembangan destinasi wisata dan penyelenggaraan event berskala nasional.
“PenglipuRUN 2026 menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman wisata. Masa depan pariwisata Indonesia akan ditentukan oleh kemampuan destinasi dalam mengintegrasikan pengalaman pengunjung, transaksi digital, dan keamanan dalam satu ekosistem yang seamless,” ungkap Nicholas.
Ia menambahkan, MKP bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan transformasi Desa Penglipuran yang kini semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata terbaik dunia.
Keberhasilan PenglipuRUN 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Desa Penglipuran sebagai ikon sport tourism Indonesia. Event ini juga menjadi contoh nyata bagaimana teknologi, perlindungan peserta, dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan untuk menciptakan pengalaman wisata yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat maupun wisatawan.








