
BULELENG- Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional Asosiasi Tenis Profesor Indonesia (Kejurnas-ATPI) tahun 2026.
Selain menyiapkan atlet yang akan mewakili Undiksha, untuk kelancaran dan suksesnya perhelatan olahraga bergengsi yang akan diikuti ratusan profesor pecinta tenis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ini juga telah disiapkan 2 lapangan tenis yakni Lapangan Tenis Undiksha dan Lapangan Tenis GOR Bhuwana Patra Singaraja.
“Sebagai tuan rumah, kita sudah menyiapkan atlet dan dua lapangan tenis untuk pelaksanana Kejuaraan Nasional, Tenis Asosiasi Tenis Profesor Indonesia, ATPI tahun 2026 yang akan berlangsung tanggal 11 – 14 Juni 2026,” tandas Rektor Undiksha Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd., pada acara temu wartawan di Ruang Rapat Ganesha I Gedung Rektorat Undiksha, Senin (8/6/2026).
Rektor Lasmawan didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama Prof. Dr. Gede Rasben Dantes, S.T., M.T.I., Wakil Rektor Bidang Perencnaaan, Keuangan dan Umum Prof. Dr. I Wayan Artanayasa, S.Pd., M.Pd., serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Hubungan Masyarakat, Prof. Dr. Drs. I Ketut Sudiana, M.Kes., menegaskan, pemanfaatan Lapangan Tenis GOR Bhuwana Patra telah dikoordinasikan dengan Ketua Umum KONI Buleleng Gede Supriatna.
“Beliau sangat mendukung dan kami mengapresiasi sebagai wujud sinergi berkelanjutan antara Undiksha bersama Pemkab Buleleng dalam pembangunan ekosistem keolahragaan di Kabupaten Buleleng,” tandas Lasmawan.
Warek Bidang Perencnaaan, Keuangan dan Umum ini mengungkapkan panitia mempertandingkan 2 katagori yakni Ganda Profesor Eksekutif dan Ganda Putra Profesor.
Terkait jumlah peserta, Artanayasa menyebutkan sejumlah universitas ternama dipastikan ambil bagian pada kejuaraan dengan tagline ‘Sportif, Fairplay dan Harmoni’ ini.
“Hingga pendaftaran terakhir tercatat 50 pasangan dari 27 perguruan tinggi di Indonesia telah mendaftarkan diri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 pasangan akan berlaga pada kategori Ganda Profesor Eksekutif dan 40 pasangan lainnya turun pada kategori Ganda Putra Profesor,” terangnya.
Ia menambahkan, kejurnas ini bukan hanya ajang olahraga, tetapi juga wahana untuk mempererat jejaring antar akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
“Tidak hanya sekedar pertandingan tenis, serangkaian kejurnas juga digelar seminar keolahragaan yang menghadirkan narasumber dari akademisi dan praktisi olahraga. Mendiskusikan, pengembangan olahraga prestasi, sport science, hingga kesehatan bagi kalangan akademisi,” pungkasnya. (kar/jon)








