
BULELENG – Musibah gempa bumi yang terjadi di Negara Turki dan Suriah, mendapat perhatian khusus Anggota Komisi IX DPR Republik Indonesia, Ketut Kariyasa Adnyana. Selain memastikan keamanan dan kenyamanan 1.375 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali, bersama Unit Pelaksana Teknis Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT-BP2MI) Wilayah Bali juga mendorong kepulangan PMI sesuai prosedur yang ada.
“Bersama BP2MI Bali, kita terus berkoordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Luar Negeri dan KJRI di Turki maupun Suriah untuk memantau kondisi terupdate daripada saudara-saudara kita di Turki dan Suriah,” ungkap Kariyasa Adnyana usai mengikuti zoom meeting dengan PMI yang terdata pada sistem Sisko-PMI, Rabu (22/2/2023).
Vokalis Senayan asal Buleleng Bali ini mengungkapkan penyaluran bantuan kemanusiaan dan pemulangan 84 PMI terdampak gempa dan 2 jenazah yang akan tiba malam ini di Bandara Internasional Soekarno-Hatta patut diapresiasi sebagai kehadiran negara dalam memberi perlindungan kepada pahlawan devisa.
“Sesuai zoommeting dan koordinasi dengan KBRI Ankara, 500 WNI yang berada di pusat gempa, 128 mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan oleh KBRI. Dari 84 manifest, terdapat 1 orang warga Bali asal Bangli, bukan PMI yang tiba malam ini di Bandara Soekarno-Hatta,” terangnya.
Selain mendorong kepulangan WNI terdampak gempa, ia juga berharap negara hadir melalui instansi/lembaga terkait untuk memberikan perlindungan bagi PMI yang meninggal dunia, terdampak gempa dan pemutusan kerja.
Senada dengan Anggota Komisi IX DPR Republik Indonesia, Anak Agung Indra selaku Kepala UPT-BP2MI Wilayah Bali menandaskan sesuai hasil zoommeting yang dilakukan secara acak dengan 15 PMI, termasuk PMI asal Buleleng, secara umum kondisinya sehat dan aman.
“Mereka (PMI,red) yang bekerja pada Kota Pariwisata seperti Bodrum, Antalya, Izmir dan Istanbul, yang posisinya jauh dari pusat gempa, dalam keadaan sehat dan aman,” jelasnya.
Sejauh ini, meskipun perusahaan pemberi kerja banyak yang terdampak, penurunan pengunjung, hak berupa gaji tetap dibayarkan. “Hal ini terus kita pantau bersama lembaga penyalur tenaga kerja yang bersangkutan dan berharap PMI secara update melaporkan kondisinya, sehingga kami bisa memberikan jaminan, pahlawan devisa aman,” pungkasnya. (kar,dha)








