
BULELENG – Temuan sosok mayat yang diketahui bernama Supandru Ponco Wahyudi (39) asal Banyuwangi – Jawa Timur, Selasa, 14 Juli 2026 malam sekitar pukul 21.10 Wita, hebohkan warga BTN Dencarik Garden di Banjar Dinas Bajangan Desa Dencarik Kecamatan Banjar.
Selain menyelidiki penyebab kematian korban, Tim Opsnal Polsek Banjar yang dibackup Satreskrim Polres Buleleng juga berupaya mengungkap keberadaan pengontrak rumah BTN Dencarik Garden Blok B/5 dimana jenasah korban ditemukan.
“Iya benar, telah ditemukan sesosok mayat, pada hari Selasa, 14 Juli 2026 malam sekitar pukul 21.10 Wita, pada rumah kontrakan di BTN Dencarik Garden Blok B Nomor 5, Banjar Dinas Bajangan Desa Dencarik Kecamatan Banjar,” tandas Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz usai mengikuti rapat daring di Mapolres Buleleng, Rabu (15/7/2026).
Kasi Humas Yohana seijin Kapolres AKBP Ruzi Gusman mengungkapkan, dari penyelidikan awal diketahui sosok mayat yang ditemukan pada rumah yang disewa Putu Gery Mahesa sejak Juli 2026 tersebut bernama Supandri Ponco Wahyudi (39) asal Kabupaten Banyuwangi-Jawa Timur.
“Penemuan mayat tersebut, telah ditangani Tim Opsnal Polsek Banja, dipimpin langsung Kapolsek Banjar Kompol I Made Mustiada dengan melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta penanganan jenasah korban bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Buleleng dan tim medis Puskesmas Banjar I,” terangnya.
Untuk keperluan penyelidikan, saat ini korban dititipkan pada Ruang Jenasah RSUD Kabupaten Buleleng.
“Penyidik Unit Reskrim Polsek Banjar juga telah mengajukan permohonan kepada RSUD Buleleng untuk melakukan visum et repertum terhadap jenasah korban,” imbuhnya.
Terkait penyebab kematian korban, Kasi Humas Yohana menyebutkan belum diketahui secara pasti dan masih dalam penyelidikan penyidik Unit Reskrim Polsek Banjar, dibackup Satreskrim Polres Buleleng.
“Hingga saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengetahui hubungan antara korban dengan penyewa rumah, maupun penyebab kematian korban,” jelasnya.
Ia menambahkan, selain menunggu hasil visum et repertum dari RSUD Buleleng, untuk mengungkap kematian korban ini, penyidik juga sedang berupaya melakukan koordinasi dengan pihak keluarga.
“Penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti elektronik serta data komunikasi yang berkaitan dengan perkara ini,” tandas Kasi Humas Yohana sekaligus mengajak dan mengimbau warga masyarakat agar tidak berspikulasi atau menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya terkait kasus ini. (*)








