
TABANAN – Puluhan gebogan berjejer rapi di DTW Ulun Danu Beratan, Desa Candikuning, Kabupaten Tabanan, Rabu (15/7/2026). Proses menyusun buah, jajan tradisional, dan bunga di atas dulang hingga mengerucut itu menyedot perhatian wisatawan asing.
Salah seorang wisatawan asal Italia, Barbara, merasa senang bisa berkesempatan merangkai hingga nyuun atau menyunggi gabogan. Ia menyampaikan kekaguman akan tradisi dan kebudayaan Pulau Dewata.
“Selama di Bali, saya sering melihat perempuan menjunjung gebogan di jalan, dan akhirnya saya bisa melihat dan mencoba langsung. Saya bahkan mengangkat gebogan yang lebih berat. Ini menjadi pengalaman yang tidak terlupakan saat di Bali,”kata Barbara dengan wajah sumringah setelah mengabadikan momen nyuun gebogan.
20 gebogan yang ditampikan dengan nuansa merah putih itu merupakan hasil karya Tim Penggerak Pembina Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Marga dengan mengusung tema “Pala Werdhi Ninditha” yang bermakna karya dari kesuburan hasil bumi yang sangat indah.
Mereka dilibatkan selama dua hari hingga Kamis (16/7/2026) dalam parade gebogan.
“Hari ini khusus merangkai gebogan dan besok parade gebogan diiringi baleganjur,”kata Nyoman Sinta Yondari dan Ni Wayan Puri Lstari Dewi selaku perwakilan TP PKK Banjar Pande, Marga.
Nyoman Sinta Yondari Ni Wayan Puri Lstari Dewi memberikan apresiasi terhadap penyelanggaraan festival gebogan dan baleganjur yang menjadi agenda rutin tahunan DTW Ulun Danu Beratan. Menurutnya, antusias peserta cukup tinggi, dan menjadi daya tarik wisatawan. “Ini sebagai bentuk pelestarian budaya yang diwariskan oleh leluhur dan juga memperkenalkan budaya Bali kepada wisatawan mancanegara,”ucapnya.
Sementara, Humas DTW Ulun Danu Beratan, Agus Teja Saputa, menyebut dalam festival yang digelar hingga 9 Agutus 2026, banyak wisatawan yang ingin belajar merangkai gebogan.
“Banyaknya minat wisatawan dan juga masukan dari pemandu wisata, kami menyediakan fasilitas merangkai gebogan untuk wisatawan dan mereka cukup antusias,”kata Agus Teja Saputra.








