
DENPASAR – Tim definitif panahan pra-PON Bali yang dihuni 24 pemanah putra dan putri diharapkan akan bisa menggenggam 18 tiket menuju PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara. Pra-PON panahan sendiri akan dilangsungkan di Jakarta pada Juni tahun 2023.
Menurut Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov Perpani Bali Infithar Fajar Putra, para pemanah pra-PON tersebut diambil dari pemanah yang meraih medali dari level Kejuaraan Tertinggi yakni PON XX/2021 di Papua, Kejurnas Senior 2022 di Palangkaraya, Kejurnas Junior 2022 di DIY dan Porprov Bali XV/2022.
“Penilaian dari level kejuaraan tertinggi tersebut memudahkan Perpani Bali membentuk Tim Inti pra-PON Bali. Perpani Bali berharap dari 24 Atlet yang dikirim nantinya pada pra-PON nati, dari kuota 18 tiket minimal 15 tiket kami genggam. Namun harapan besar dengan kerja keras kami mampu mengantongi 18 tiket sehingga Bali akan berlaga full team di PON yang digear di Aceh untuk cabang olahraga panahan. Kalau pada PON Papua lalu Bali hanya mendapat 4 tiket saja,” kata Infithar Fajar Putra saat dihubungi usai Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Perpani Bali di Denpasar, Minggu (29/1/2023).
Tim definitif panahan pra-PON Bali sendiri nantinya akan lebih dominan diperkuat pemanah putra dan putri muda berkualitas dan Tangguh termasuk didalamnya masih pelajar seperti diantaranya Gusti Fazli Kertinegoro pelajar Albanna di divisi recurve, Ni Luh Eka Pebrianti pelajar SMAN 2 Abiansemal di nomor divisi nasional dan Kadek Hita G. Rasputri pelajar SMPN 2 Denpasar di divisi compound.
“Mereka merupakan pemanah muda yang memang bisa diandalkan dan terbaik di tiga divisi untuk level Bali. Mereka juga memiliki prestasi yang bisa diandalkan karena telah menunjukkan kualitasnya di level nasional. Semoga dan kami berharap besar mereka bisa membawa pulang 18 tiket ke PON 2024. Kini mereka masih melakoni latihan bersama klub dan pegkab/pengkot masing-masing,” demikian Fajar Putra. (ari/jon)








