
TABANAN – Mengantispasi kelangkana minyak goreng curah dan BBM, Sat samapta Polres Tabanan melakukan patrolis rutin ke pasra muipuan SPBU yang ada di Tabanan. Kesempatan itu juga dipakai untuk mengedukasi masyarakat tetap tetap disiplin Prokes
Seperti halnya, Minggu (10/4/2022), nampak satuan Samapta Polres berkeliling menggunakan kendaraan Patroli Samapta melakukan Yustisi protokol keresahan. Di beberapa tempat yang ada di kawasan Kota Tabanan dan Kediri.
Kasat Samapta Polres Tabanan AKP Gusti Kade Alit Murdiasa mengatakan, dalam patroli Prokes Saat ini kami menugaskan personil patroli samapta, Pam Obvit dan regu Dalmas. Sasaran patroli tempat yang berpotensi terjadi kerumunan. Pasar tradisional Tabanan, Pasar Dauh Pala, Pasar Kediri, Terminal Pesiapan, dan pertokoan modern yang ada di seputaran kota Tabanan dan Kediri.
“Patroli ini juga bertujuan untuk antisipasi terjadinya kelangkaan BBM dan minyak goreng. Dari hasil pengecekan kami di beberapa tempat pengecer, toko modern dan distributor migor, ketersediaan migor masih mencukupi. Baik minyak goreng curah maupun kemasan masih tersedia. Tidak terjadi antrean dalam pembelian migor oleh konsumen. Demikian juga halnya dengan ketersediaan Bahan bakar minyak (BBM) di SPBU masih tersedia. Tidak terjadi antrean panjang saat pembelian BBM,” Ujar AKP Gusti Kade Alit Murdiasa.
Nelayan Tabanan Masih Sulit Dapatkan BBM
Sementara itu para nelayan di Tabanan nampaknya masih kesulitan mendapatkan BBM terutama pertalite. Pasalnya tidak semua SPBU melayani meski nelayan sudah membawa kartu nelayan dan KTP.
“Tadi malam saya sidak melakukan pembelian BBM Bersubsidi Pertalite, ke beberapa SPBU dengan membawa Kartu Nelayan dan KTP, hasilnya tidak semua SPBU memberikan saya membeli pertalite,” ungkap Ketua HNSI Tabanan I Ketut Arsana Yasa.
Dia mengaku sangat miris melihat kondisi saat ini. Nelayan membeli pertalite hanya 20 liter untuk oprasional melaut harus memenuhi izin.
“Saya ini nelayan penggerak ekonomi kerakyatan sektor riil untuk Indonesia Bangkit harus mendapatkan BBM Bersubsidi dengan syarat yang ruwet,” sergah anggota komisi I DPRD Tabanan ini.
Sementara masyarakat menengah ke atas dengan mobil mewah membeli pertalite langsung diisi tanpa syarat.
“Saya akan terus berjuang untuk masyarakat petani dan nelayan agar Pertamina memberikan akses kemudahan mendapatkan BBM menuju Indonesia Bangkit,” tandasnya. (jon)








