
KARANGASEM — Ni Wayan Siska(35) warga asal Giriana Kauh, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Karangasem, terjatuh hingga mmengalami luka-luka, usai mengikuti prosesi ngaturang pakelem di puncak Gunung Agung, Kamis (10/3/2022).
Kendati mengalami luka-luka, korban berhasil dievakuasi Tim Gabungan Basarnas, BPBD, Damkar Karangasem untuk menuju ke parkiran Pura Pasar Agung, Desa Sebudi. Selanjutnya, korban dibawa ke Puskesmas Selat untuk mendapatkan perawatan medis.
“Rombongan pemedek yang ikut ngaturang pakelem berjumlah 150 orang, serangkaian pelaksanaan upacara di Pura Bukit Buluh, Desa Gunaksa, Klungkung. Putri saya juga ikut, dia jatuh saat turun dari pucak Gunung Agung, sekitar pukul 06.00 Wita,” terang I Ketut Saba, ayah kandung korban.
Saba menuturkan, putrinya terjatuh di lereng Gunung Agung,usai beristirahat dengan rombongan pemedek. Saat akan melangkahkan kakinya untuk turun menuju pakiran Pura Pasar agaung, tiba-tiba Siska-anaknya kehilangan keseimbangan dan terjatuh kedepan.
“Bersyukur jatuhnya kedepan, kalau saja jatuhnya ke kanan atau ke kiri entah apa jadinya. Jurangnya sangat terjal,” ungkapnya penuh syukur.
Sementara itu, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem, I Gusti Ngurah Eka Widnyana, mengungkapkan, korban ditemukan terjatuh di lereng selatan Gunung Agung pada ketinggian diketinggian 1860 mpdl.
“Selain Basarnas, proses pencarian juga melibatkan, BPBD, Damkar dan anggora Rapi. Begitu kami temukan, korban langsung dievakuasi memakai tandu darurat yang dibuat rombongan pemedek,” ungkapnya.
Dia menambahkan, proses evakuasi korban sampai ke parkiran Pura Pasar Agung, Sebudi memakan waktu sekitar 1,5 jam. (wat/jon)








