
DENPASAR – Puluhan warga mendatangi Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bali di Jalan Tantular, Denpasar, Senin (8/6/2026).
Mereka datang untuk menyampaikan penolakannya terhadap ormas Madura Asli (Madas) Nusantara. Mengamankan situasi, kantor kesbangpol tampak dijaga ketat belasan personel Satpol PP Bali.
Sementara itu, salah satu warga yang ikut dalam rombongan itu, Pande Manik Sastrawan menyampaikan bahwa warga yang datang mewakili diri sendiri. Datang atas kesadaran sebagai warga Bali.
“Kami datang kesini tidak menebar kebencian maupun menolak suku yang ada di Nusantara ini. Tapi kami menolak yang datang membentuk ormas,” katanya.
Pihaknya juga mengaku tidak mempermasalahkan mereka datang mencari penghidupan. Baik sebagai pedagang maupun yang lainnya.
Pihaknya hanya menolak pembentukan ormas, karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi stigma Madas sudah diketahui sendiri, sehingga hal tersebut perlu dihindarkan demi masa depan anak cucu.
“Kalau mencari penghidupan, kami persilahkan,” pungkasnya.
Jika hanya untuk mengamankan Bali, Bali sudah punya pecalang. Terlebih situasi Bali kami rasa belum membutuhkan pengamanan Ormas.
Sementara, Informasi yang dihimpun, menyebut bahwa saat di demo Badan Kesbangpol Bali mengadakan rapat koordinasi bersama Tim Terpadu Pengawasan Ormas. Terdiri dari Kejati Bali, Polda Bali, Kanwilkum, Korem 163/Wira Satya, dan Satpol PP Bali.
“Rapat tanpa Ormas Madas Nusantara, dan berlangsung tertutup pada pukul 10.00 WITA,” ungkap seorang sumber di Badan Kesbangpol Bali. (jay/jon)








