
DENPASAR – Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah memunculkan kekhawatiran akan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok (bapok), terutama menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Namun hingga saat ini, harga sejumlah komoditas di Kota Denpasar masih terpantau stabil.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan harga secara rutin di pasar-pasar tradisional guna mengantisipasi gejolak harga.
“Berdasarkan hasil monitoring tim kami, harga kebutuhan pokok masih stabil. Pemantauan dilakukan setiap hari di sejumlah pasar,” ujar Sri Utari, Kamis (4/6/2026).
Ia menjelaskan, hasil pemantauan tersebut dilaporkan secara berkala kepada Kementerian Perdagangan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Di Denpasar, terdapat tiga pasar tradisional yang menjadi lokasi utama pemantauan harga, yakni Pasar Badung, Pasar Kreneng, dan Pasar Nyanglan.
“Ketiga pasar tersebut merupakan pasar pantauan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat,” jelasnya.
Selain melakukan monitoring, Disperindag Denpasar juga secara rutin mempublikasikan perkembangan harga kebutuhan pokok setiap Senin dan Kamis melalui kanal informasi pemerintah daerah.
Menghadapi potensi peningkatan permintaan menjelang Galungan dan Kuningan, Disperindag juga menyiapkan langkah antisipasi melalui pelaksanaan pasar murah. Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok, termasuk kebutuhan upacara keagamaan, dengan harga yang lebih terjangkau.
Tak hanya bahan pangan, pasar murah juga direncanakan menyediakan LPG 3 kilogram bersubsidi bagi masyarakat.
Namun demikian, Sri Utari mengakui pelaksanaan pasar murah tahun ini menghadapi tantangan akibat kebijakan efisiensi anggaran. Karena itu, pihaknya tengah berkoordinasi dengan desa dan kelurahan untuk mendukung penyelenggaraan program tersebut.
“Saat ini kami sedang menjajaki kerja sama dengan desa dan lurah agar pelaksanaan pasar murah tetap bisa berjalan dan masyarakat tetap mendapatkan akses bahan pokok dengan harga terjangkau,” pungkasnya. (sur)








