
KARANGASEM—Desa Sukadana, Kecamatan Kubu, Karangasem, memang terkenal cadas. Namun ketika desa penghasil udang vaname dan tambang pasir itu dipimpin I Gede Suardana, kondisinya menjadi semakin adem. Bukan itu saja, masyarakat dari delapan banjar yang ada di sana juga terlihat tentram.
Laku pria mungil yang menyingkat namanya menjadi GSD, ini semakin moncer, ketika dia berhasil memenuhi kebutuhan dasar masyarakatnya dengan membangun Perusahaan Air Minum (PAM) Desa. Gencarnya program pembangunan yang dijalankan melalui anggaran Dana Desa yang dimiliki, membuat langkahnya untuk maju dalam kontestasi politik di Desa Sukadana tidak ada yang bisa membendung.
GSD tak ada lawan dalam kontestasi politik tingkat desa yang serentak digelar di Karangasem 21 Mei mendatang. Ini terlihat dari pedaftaran calon perbekel yang dilakukan panitia desa setempat. Hingga fase injuri time pendaftaran, Kamis (27/1/2022), tak satu pun tokoh masyarakat Desa Sukadana yang mau mencari peruntungan di jalur tersebut.
Mereka terkesan ogah bersaing dengan pria mungil itu. Karena masih terkesan dengan jiwa sosial yang dimiliki sang Peberkel. Kendati demikian, panitia berusaha mencari calon pendamping, agar sang inkamben tidak berhadapan dengan kotak kosong dalam Pilkel nanti.
Track record GSD dalam memimpin Desa Sukadana selama 5 tahun terakhir tercatat jelas oleh masyarakat di sana. Sumbangsihnya dengan menghibahkan sepetak tanah miliknya untuk tempat pompa dan tiga titik sumur. Sementara lahan untuk reservoar hibah dari warga Banjar Dinas Bukit. Ini menjadi bagian dari langkah sosial yang dilakukan selama ini. Reservoar itu dibangun Pemerintahan Desa Sukadana tahun 2020, untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat Banjar Bukit dan sekitarnya. Selain itu, GSD juga menyumbangkan lahannya untuk reservoar air di Banjar Tigaron.
“Dia pemimpin kami yang mampu menciptakan hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Bertahun-tahun kami mendambakan air bersih bisa masuk ke rumah warga, tapi baru kali ini hal itu bisa dilakukan. Ini tak terlepas dari kegigihan Pak GSD dalam membangun Desa Sukadana,” terang Ketut Suklawi alias Kang Lawi, asal Banjar Dinas Bukit.
I Nyoman Sumanada, salah seorang warga Banjar Dinas Merkar Sari, Desa Sukadana juga mengatakan hal senada. Dia mengaku sangat mengapresiasi perjuangan GSD dalam memunuhi kebutuhan air bersih untuk warga Merkar Sari, yang saat ini sudah 100 persen terlayani.
“Kami patut berterimakasih, karena berkat Pak GSD, air bersih sudah bisa masuk ke rumah-rumah warga,” ucap Sumanada.
Sementara itu, kendati tidak ada lawan dalam perebutan tahtah Perbekel Desa Sukadana, Gede Suaradana (GSD) yang juga sebagai inkamben dalam kontestasi pemilihan perbekel di desanya, tidak mau jumawa. Dia tetap rendah hati dan sangat mengapresiasi kepercayaan warganya dalam kepemimpinannya sebagai Perbekel Desa Sukadana selama ini.
“Apa yang terjadi sekarang, tak terlepas dari peran aktif warga kami yang ada di delapan Banjar Dinas. Secara pribadi saya sangat berterimaksih karena masyarakat sudah mendukung penuh program pembangun yang dijalankan di desa selama ini,” ucap Gede Suardana, seraya berharap pelaksanaan Pilkel Pilkel pada 21 Mei mendatang bisa berjalam berjalan adem, dama dan kondusif. (watt)








