
GIANYAR – Tahun 2021, Pemkab Gianyar menunda rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerinta dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K).
Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gianyar Wayan Wirasa mengungkapkan, penundaan dilakukan karena belum bisa memenuhi hak-hak pegawai seperti tunjangan TPP dan lain-lain. “Setelah formasi keluar, kami lapor ke Pak Sekda dan pihak terkait dan keputusannya ditunda. Meksipun gaji ASN dan P3K dari pusat melalui DAU (dana alokasi umum), tapi untuk tunjangan dan lain-lain sangat susah kita penuhi sehingga tahun ini ditunda dulu,” ujarnya, Kamis 27 Mei 2021.
Ia menyebutkan, beban yang harus dibayar pemerintah dari PAD untuk tunjangan TPP pegawai mencapai Rp 24 miliar setahun. “Sebagaimana kita ketahui bersama untuk saat ini PAD sangat jauh merosot,” ungkapnya.
Tahun 2020, Pemkab Gianyar mengajukan 29 CPNS yang terdiri dari tenaga kesehatan 18, teknis 11, dan guru dengan status P3K 1.414 ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia . “Setelah diajukan ke kementerian PANRB, di acc 29 dan untuk guru status 1.227 P3K. Keseluruhannya 1.256. Kami mohon permaklumannya karena situasi tidak memungkinkan,” ucapnya.
Satu sisi, Wirasa menginginkan adanya pengangkatan CPNS dan P3K karena bisa membantu mengangkat posisi guru non PNS di SD dan SMP. “Karena PAD turun karena Covid, kami tidak bisa berbuat banyak. Penundaan ini akan berlangsung sampai situasi membaik,”katanya.
Meski rekrutmen CPNS dan P3K ditunda, kata Wirasa, tidak memengaruhi jumlah pegawai di Gianyar. Berdasarkan data, PNS aktif tercatat 5.743 orang. Sedangkan yang pensiun 121 orang termasuk guru dan tenaga kesehatan. (jay)








