
DENPASAR — Hingga akhir Juni 2026, BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bali Denpasar yang membawahi 4 kantor cabang lainnya, yakni Badung, Tabanan, Buleleng, dan Jembrana, mencatatkan sebanyak 644.474 pekerja telah terlindungi program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Capaian ini setara dengan 76,7 persen dari total target kepesertaan tahunan yang ditetapkan, yaitu sebanyak 839.738 pekerja.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Denpasar, Adventus Edison Souhuwat menjelaskan, capaian total kepesertaan tersebut terbagi ke dalam empat segmen, yakni segmen Tenaga Kerja (TK) Penerima Upah (PU), TK Bukan Penerima Upah (BPU), TK Jasa Konstruksi (Jakon), serta TK Pekerja Migran Indonesia (PMI).
TK PU menjadi segmen mendominasi, yaitu dengan jumlah 357.867 pekerja atau mencapai 87,8 persen dari target 407.797 pekerja. Kemudian, capaian disusul oleh segmen TK BPU yang menyumbang 212.431 pekerja atau 67,8 persen dari target 313.220 pekerja. “Kalau pekerja formal, rata-rata semua sudah, kecuali yang mikro-mikro kecil. Tapi kalau pekerja BPU atau informal, ini yang memang butuh effort,” ucapnya.
Selanjutnya, untuk segmen TK Jakon, tercatat sebanyak 57.413 pekerja atau 87,5 persen dari target 65.580 pekerja. Sementara segmen TK PMI menjadi yang terendah, yakni sebanyak 16.763 pekerja atau 31,5 persen dari target 53.141 pekerja. “Jadi secara total, untuk pekerja yang sudah terlindungi itu ada 644.474 atau sama dengan 76 persen dari target 839 ribu. Ini masih bulan Juli, kita tetap optimal sampai Desember nanti kita bisa capai 839 ribu dari empat segmen tersebut,” imbuhnya.
Seiring dengan pertumbuhan jumlah peserta, realisasi penerimaan iuran di wilayah kerja BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Denpasar telah mencapai Rp759.439.434.844. Angka tersebut setara dengan 50,6 persen dari target penerimaan iuran tahunan yang dipatok sebesar Rp1.500.574.455.720. “Ini kan masih pertengahan tahun, mudah-mudahan sampai Desember nanti kita bisa capai,” harapnya.
Segmen PU memberikan kontribusi terbesar dalam penerimaan iuran, yaitu mencapai Rp734.762.689.705 atau 50,5 persen dari target Rp1.455.032.204.164. Selanjutnya, penerimaan iuran dari segmen BPU terealisasi sebesar Rp20.828.703.150 atau 56,7 persen dari target Rp36.712.062.433. Di sisi lain, segmen Jakon mencatatkan penerimaan sebesar Rp2.677.673.489 atau 85,6 persen dari target Rp3.126.829.966, sedangkan segmen PMI menghimpun iuran sebesar Rp1.170.368.500 atau 20,5 persen dari target sebesar Rp5.703.359.156.*








