
KUTA – Sebuah alat olahraga yang tersedia secara gratis di salah satu titik Pantai Kuta tampak berkarat dan rusak. Alat tersebut bertempat tidak jauh dari area skatepark.
Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Pantai Kuta, I Nyoman Arya Arimbawa tidak menampik hal tersebut. Bahkan sepengetahuan dia, rusaknya alat itu sudah terjadi cukup lama.
Dituturkan dia, fasilitas tersebut merupakan aset dari pemerintah Karenanya, pihaknya tidak berani melakukan pembongkaran secara mandiri. “Sudah kami laporkan ke PU. Kami juga sudah mengusulkan apakah alat itu bisa dibongkar atau bagaimana penanganannya. Karena kewenangannya bukan di pengelola, melainkan di pemerintah daerah,” sebutnya.
Dituturkan dia, kerusakan pada alat tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba. Bahkan upaya pemeliharaan sederhana seperti penambahan pelumas sudah beberapa kali coba dilakukan.
Menurut dia, kerusakan terjadi akibat faktor alam. Paparan angin laut dengan kadar garam tinggi, mengakibatkan besi mudah korosi. “Kalau roboh tentu langsung kami amankan. Tetapi karena ini masih berdiri, hanya kondisinya sudah tidak layak pakai akibat karatan,” jelasnya.
Hal serupa pun katanya terjadi pada sejumlah fasilitas lainnya. Seperti beberapa wahana permainan anak yang bahkan roboh, dan sudah dibongkar sejak sebulan lalu.*








