
KUTSEL – Desa Adat Pecatu tidak lama lagi akan menyelenggarakan proses Ngadegang Bendesa Adat yang baru. Saat ini, panitia telah mengantongi dan menetapkan tiga nama calon Bendesa Adat Pecatu yang merupakan perwakilan dari masing-masing banjar.
Munculnya tiga nama kandidat tersebut dinilai sebagai wujud partisipasi aktif krama dalam menjaga keberlanjutan Desa Adat Pecatu. “Ini menunjukkan kepedulian krama terhadap masa depan Desa Adat Pecatu. Jadi ini bukan hanya soal memilih, tapi juga memperkuat kebersamaan dan rasa tanggung jawab bersama terhadap desa adat,” ucap Ketua Panitia Ngadegang Bendesa Adat Pecatu, Made Tomy Martana Putra, yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Badung tersebut.
Atas hal itu, Tomy mengingatkan agar proses pemilihan ini dijadikan sebagai momentum memperkuat persatuan dan kesatuan krama, bukan malah menjadi pemicu perpecahan.
Ia menegaskan, siapapun yang nantinya terpilih menjadi bendesa, wajib mendapat dukungan penuh dari segenap lapisan masyarakat. Terutama dalam hal pelaksanaan program-program pembangunan serta pelayanan kepada krama.
“Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam proses demokrasi. Namun persatuan dan kebersamaan harus tetap menjadi prioritas utama. Setelah pemilihan selesai, mari bersama-sama mendukung bendesa terpilih demi kemajuan Desa Adat Pecatu,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Tomy menyambung bahwa keharmonisan warga adat merupakan hal yang sangat krusial. Apalagi, Pecatu merupakan kawasan destinasi pariwisata internasional, di mana kondusifitas wilayah menjadi modal utama dalam menjaga citra positif Pecatu di mata dunia.*








