
KARANGASEM – Mila Dewi kembali meramaikan blantika musik Bali. Penyanyi asal Desa Kubu, Karangasem, ini merilis single terbaru “Satya Tanpa Tepi”
Lagu ini menjadi karya keempat dalam perjalanan karier Mila Dewi yang menghadirkan pesan kuat tentang kesetiaan seorang perempuan hingga akhirnya berlabuh di pelaminan. Ia terinspirasi saat kerap tampil dalam prosesi pernikahan di Bali.
“Sering menyanyi di acara pawiwahan membuat saya ingin punya lagu yang menggambarkan perjalanan cinta yang panjang sampai akhirnya mantap menikah,” tutur Mila Dewi kepada WARTA BALI, Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, judul “Satya Tanpa Tepi” dipilih untuk menggambarkan kesetiaan tanpa batas seorang perempuan kepada pasangannya sejak diambil dari rumah bajang hingga menjalani kehidupan rumah tangga.
Ide lagu ini lahir secara spontan. Saat perjalanan darat dari Denpasar menuju Karangasem usai proses rekaman single kedua “Jengah”, Mila justru mendapatkan ilham. Lirik hingga melodi lagu pun mulai tersusun.
Sebelumnya, perempuan ini meluncurkan single “Jalan Ubadin” dan “Med Pedidian” yang rilis pada Agustus 2025.
“Satya Tanpa Tepi” diselesaikan hanya dalam waktu dua hari menggandeng WIGO Project Official sebagai label rilisan dan proses aransemen digarap Widi Gomes.
Video klip lagu ini juga digarap dengan konsep pawiwahan adat Bali yang sederhana, tapi sarat makna dan dijadwalkan tayang pada 26 Februari 2026 melalui kanal YouTube WIGO Project Official.
Meski sempat menghadapi tantangan jarak antara tempat tinggal dan studio rekaman, Mila tetap bersemangat menuntaskan proyek ini. Ia mengaku sempat melakukan beberapa pengambilan vokal ulang, namun seluruh proses akhirnya berjalan lancar.
Secara musik, lagu ini masih berada di jalur pop Bali yang menjadi ciri khas Mila. Namun dari segi tema, “Satya Tanpa Tepi” menghadirkan nuansa yang lebih matang dan personal.
Perjalanan karier Mila sendiri dimulai dari ajang lomba nyanyi di salah satu stasiun televisi dan KPB sebelum merilis single pertama pada 2005. Ia sempat vakum cukup lama karena menetap di Lombok sejak 2006-2021. Setelah kembali ke Bali, semangat bermusiknya bangkit kembali dengan merilis “Jengah” yang diangkat dari kisah hidupnya.
“Semoga lagu ini bisa menghibur dan menjadi bagian dari momen indah bagi masyarakat Bali,” harapnya.








