
KLUNGKUNG – Bupati Klungkung I Made Satria meminta camat dan perbekel serta lurah di Kecamatan Klungkung menerapkan prinsip efisiensi dalam mengelola anggaran.
Bupati minta agar kegiatan seremonial dan kurang substansif agar dipangkas, program yang tidak prioritas anggarannya agar dialihkan ke dalam kegiatan yang mendesak seperti soal penanganan sampah, penanganan stunting.
Hal itu disampaikan Bupati saat membuka Musrenbangcam Klungkung, Jumat (27/2/2026) di ruang rapat Kantor Camat Klungkung.
Bupati Satria perlu menekankan prinsip efisiensi karena kondisi fiskal Kabupaten Klungkung masih terbatas. Kondisi keuangan Pemkab Klungkung makin krusial setelah ada kebijakan pemerintah pusat memotong transfer ke daerah.
“Anggaran yang digunakan untuk kegiatan yang kurang prioritas agar dialihkan ke program yang lebih mendesak, seperti penanganan sampah, stunting, dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegas Bupati.
Satria menyarankan camat, perbekel dan lurah menyisir kembali penggunaan anggaran secara cermat dan tepat sasaran.
Meski demikian, Bupati menegaskan program prioritas di desa harus tetap berjalan.
“Kepemimpinan diuji ketika anggaran terbatas, namun program pembangunan harus tetap berjalan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain Dana Pagu Kecamatan (DPK), pada Tahun 2026 Pemerintah Kabupaten Klungkung juga mengalokasikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada desa sebesar Rp200.000.000 per desa bagi yang memiliki TPS3R. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pengelolaan sampah berbasis sumber agar dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Seluruh desa di Kecamatan Klungkung menerima BKK tersebut.
Sementara itu, Camat Klungkung I Putu Arnawa melaporkan pada tahun 2026 Kecamatan Klungkung menerima DPK sebesar Rp2.000.000.000. Anggaran tersebut dialokasikan untuk beberapa program prioritas, antara lain, penanggulangan kemiskinan sebesar Rp570.000.000 melalui kegiatan bedah dan rehabilitasi rumah sebanyak 19 unit serta bedah WC/MCK sebanyak 5 unit.
Pengelolaan sampah sebesar Rp1.102.250.000 melalui pengadaan tungku pembakaran sampah.
Peningkatan ekonomi produktif sebesar Rp259.500.000 melalui penataan kawasan wisata Tirta Suranadi, pembangunan jalan usaha tani, serta pelatihan UMKM.
Penanganan stunting sebesar Rp68.250.000 melalui pengadaan timbangan, alat ukur tinggi dan panjang badan, alat ukur lingkar kepala, serta alat ukur antropometri. (yan)








