
KLUNGKUNG – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Klungkung pada Jumat (13/2/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung upaya Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam menangani kasus stunting, sekaligus meninjau daerah yang kini menjadi rujukan nasional karena berhasil mencatatkan prevalensi stunting terendah di Indonesia.
Sekda Klungkung Anak Agung Gede Lesmana dikonfirmasi, Selasa (10/2/2026) membenarkan terkait rencana Gibran berkunjung ke Klungkung. Lesmana mengatakan pihaknya sudah mengadakan rapat membahas persiapan kunjungan Wapres.
Di Kabupaten Klungkung, Gibran rencananya akan mengunjungi tiga desa yakni Desa Gelgel, Desa Kamasan dan Desa Sampalan Tengah. Penentuan tiga desa ini menurut Anak Agung Lesmana berdasarkan hasil pemantauan tim pusat.
“ Ini diluar ekspektasi, karena Kabupaten Klungkung dinilai sukses dalam hal penanganan bidang Kesehatan, ditengah kondisi fiskal daerah yang masih kurang,” tandas Agung Lesmana.
Ia menegaskan, meski kondisi fiskal daerah tergolong kecil, namun Pemkab Klungkung tetap komitmen memberikan perhatian serius urusan layanan dasar salah satunya masalah Kesehatan.
“Pemkab Klungkung komitmen menangani stunting dengan cara membangun kolaborasi, komitmen bersama semua unsur masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, desa, posyandu, PKK, semua kita ajak berkolaborasi,” ujarnya.
Kunjungan orang nomor dua di Indonesia ini menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap keberhasilan Klungkung dalam menekan angka stunting melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan.
Selama ini, Klungkung dinilai mampu menghadirkan model percepatan penurunan stunting yang efektif, sehingga menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
Keberhasilan tersebut sebelumnya juga mendapat apresiasi langsung dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 di Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Klungkung menerima dana insentif fiskal tahun berjalan tahun anggaran 2025 sebesar Rp 5,6 miliar dalam kategori percepatan penurunan stunting.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Klungkung tidak hanya berfokus pada penanganan kasus stunting yang ada, tetapi juga menargetkan pencapaian zero stunting dalam lima tahun mendatang melalui penguatan program pencegahan dan intervensi berbasis keluarga. (yan)








