
DENPASAR – Prestasi gemilang ditorehkan pelajar SMP Negeri 1 Denpasar di kancah internasional. Dalam ajang International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX) yang menjadi rangkaian Thailand Inventor Day 2026, tim Karya Ilmiah Remaja (KIR) sekolah tersebut sukses memboyong dua medali emas, dua medali perunggu, serta satu Special Award dari lembaga internasional bergengsi.
Sebanyak 21 siswa yang tergabung dalam empat tim inovator tampil impresif di hadapan dewan juri internasional pada ajang yang digelar di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC), Thailand, pada 4–9 Januari 2026. Bahkan, SMPN 1 Denpasar tercatat sebagai satu-satunya wakil jenjang SMP dari Indonesia yang berpartisipasi dalam kompetisi inovasi kelas dunia tersebut.
Dua medali emas diraih dari kategori riset dan teknologi, sementara dua tim lainnya mempersembahkan medali perunggu. Prestasi paling mencuri perhatian datang dari Tim Robotics “Astro Valley” yang tidak hanya menyabet emas, tetapi juga meraih Special Award dari World International Intellectual Property Association (WIIPA) yang berbasis di Taiwan.
Kepala SMP Negeri 1 Denpasar, Dra. Ni Wayan Raiyani, M.Pd, mengungkapkan kebanggaannya atas capaian tersebut. Ia menegaskan, tahun ini sekolah memberangkatkan empat tim sekaligus, meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Ini menjadi bukti bahwa konsistensi pembinaan riset dan inovasi di sekolah mampu melahirkan prestasi kelas dunia,” ujarnya didampingi Pembina KIR I Komang Sutrisna, S.Pd, Senin (12/1/2026).
Dari total 17 tim Duta Provinsi Bali yang berlaga di Thailand, SMPN 1 Denpasar menyumbang dua dari tiga medali emas yang berhasil diraih Bali. Raiyani juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua siswa, komite sekolah, serta berbagai pihak yang mendukung keberangkatan tim melalui skema gotong royong, termasuk dukungan dari anggota DPD RI, TP PKK Provinsi Bali, dan Pemerintah Kota Denpasar.
Ia berharap prestasi ini mampu memantik semangat generasi muda di Denpasar untuk menekuni riset dan inovasi berbasis potensi lokal.
“Indonesia kaya bahan herbal dan peluang inovasi teknologi. Ini ladang besar bagi anak-anak untuk berkarya,” tegasnya.
Sementara itu, anggota Tim Robotics Astro Valley mengaku perjuangan menuju IPITEX tidak mudah. Persiapan dilakukan berhari-hari, mulai dari penyempurnaan proyek, simulasi presentasi, hingga latihan tanya jawab dalam Bahasa Inggris. Bahkan, pembinaan teknis tetap dilakukan secara daring meski tim sudah berada di Thailand.
“Lelah, tapi semuanya terbayar saat kami berdiri di podium,” ujar salah satu anggota tim. Selain medali, pengalaman mempresentasikan inovasi di hadapan juri internasional serta berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara menjadi bekal berharga bagi para siswa.
Dengan raihan 4 medali dan 1 penghargaan khusus, SMP Negeri 1 Denpasar kembali menegaskan eksistensinya sebagai sekolah yang mampu melahirkan inovator muda dan mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia. (sur)








