
KLUNGKUNG – Bupati Klungkung I Made Satria bersama Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Klungkung Nyonya Eva Satria dan Sekretaris I, Nyonya Kusuma Surya Putra secara resmi meluncurkan Gerakan Serentak Pengukuran Balita dan Ibu Hamil, Senin (3/11/2025).
Kegiatan ini sebagai wujud nyata Pemkab Klungkung mempercepat penurunan angka stunting di daerah. Kegiatan dipusatkan di Posyandu 6 SPM Banjar Adat Pancoran, Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung.
Program besar ini menargetkan lebih dari 10 ribu balita dan hampir dua ribu ibu hamil di seluruh Kabupaten Klungkung. Melalui kegiatan serentak di setiap posyandu, pemerintah daerah ingin memastikan seluruh anak mendapatkan pemantauan tumbuh kembang secara menyeluruh, sekaligus mendeteksi lebih dini potensi stunting di masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria menegaskan kegiatan pengukuran serentak ini merupakan salah satu strategi konkret pemerintah dalam mempercepat penurunan stunting. Menurutnya, data yang akurat dari hasil pengukuran dan penimbangan balita akan menjadi dasar dalam mengambil kebijakan kesehatan yang lebih tepat sasaran.
“Gerakan serentak pengukuran balita dan ibu hamil ini adalah langkah nyata untuk mempercepat penurunan stunting. Melalui kegiatan ini, kita melakukan pendataan, penimbangan, serta pengukuran secara bersamaan di seluruh posyandu agar seluruh anak dapat terpantau dengan baik,” ujar Bupati Satria.
Ia juga menambahkan, selain pengukuran berat dan tinggi badan, kegiatan ini disertai dengan edukasi gizi serta konsultasi pertumbuhan anak oleh tenaga kesehatan. Dengan demikian, orang tua tidak hanya mengetahui status gizi anaknya, tetapi juga mendapatkan arahan langsung mengenai pola makan sehat dan perawatan tumbuh kembang anak.
Bupati Satria turut mengajak seluruh masyarakat Klungkung, terutama para orang tua yang memiliki balita dan ibu hamil, agar rutin datang ke posyandu terdekat. Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat untuk memastikan anak-anak Klungkung tumbuh sehat dan terbebas dari risiko stunting.
“Kami mengajak seluruh komponen masyarakat Klungkung untuk datang ke posyandu terdekat, membawa balita dan ibu hamil agar terpantau kesehatannya. Deteksi dini melalui posyandu adalah kunci untuk mencegah stunting,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, drg. I Gusti Ayu Ratna Dwijawati, M.Kes, melaporkan kegiatan ini diikuti oleh 10.454 balita dan 1.894 ibu hamil yang tersebar di empat kecamatan. Gerakan ini akan berlangsung selama dua minggu, dimulai pada 3 November hingga pertengahan bulan November.
“Melalui Gertak Posyandu ini, kita ingin seluruh sasaran terdata secara menyeluruh. Hasil pengukuran akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah intervensi gizi ke depan,” ujar Gusti Ayu Ratna Dwijawati.
Kegiatan yang dikemas penuh semangat ini juga disambut antusias masyarakat. Para kader posyandu bersama tenaga kesehatan bahu-membahu melayani para ibu dan balita yang datang sejak pagi. (yan)








