
DENPASAR – Dunia pendidikan Bali memasuki era baru. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) bersama Bali Internet (mitra Starlite) dan Huawei Indonesia resmi meluncurkan jaringan Wi-Fi 7 pertama di Indonesia dengan kecepatan hingga 2Gbps, dimulai dari SMPN 15 Denpasar, Jumat (3/10/2025).
Peluncuran bersejarah ini dihadiri Gubernur Bali I Wayan Koster, pimpinan Bali Internet, Huawei Indonesia, serta pemegang saham Grup SURGE Hashim Djojohadikusumo secara daring. Bali dipilih bukan hanya karena statusnya sebagai pusat pariwisata, tetapi juga sebagai simbol transformasi digital pendidikan nasional.
Hashim menegaskan pendidikan menjadi kunci setelah infrastruktur digital tersedia. “Konektivitas adalah tulang punggung pendidikan, inovasi, dan ekonomi. Kehadiran Wi-Fi 7 kami mulai dari sekolah karena generasi muda adalah ujung tombak masa depan bangsa,” ujarnya.
Gubernur Koster menekankan pentingnya keadilan pendidikan bermutu bagi semua anak di Bali. “Di desa-desa kendala kita adalah kekurangan tenaga guru berkualitas. Dengan internet berkecepatan tinggi, guru terbaik bisa mengajar jarak jauh hingga ke pelosok. Ini metode tepat untuk meningkatkan mutu pendidikan secara merata,” jelasnya. Ia juga memastikan, tahap pertama Wi-Fi 7 akan diberikan gratis ke SMP dan SMA se-Bali, sekaligus menopang UMKM, infrastruktur perumahan, dan pengembangan smart transportation di Pulau Dewata.
Kepala SMPN 15 Denpasar, Ni Wayan Purnasih, mengaku bangga sekolahnya terpilih sebagai lokasi peluncuran perdana. “Merupakan kehormatan luar biasa bagi kami. Tidak menyangka launching Wi-Fi 7 dilakukan di sekolah baru yang berdiri sejak 2022. Sesuai visi sekolah berwawasan global, kini anak-anak bisa belajar memanfaatkan internet dan iptek dengan baik. Terima kasih kepada Bali Internet yang memberikan Wi-Fi dan perangkat gratis selama setahun ke depan,” ujarnya.
Purnasih juga menegaskan bahwa meski sekolah masih muda, prestasi siswa SMPN 15 Denpasar sudah menembus level internasional. “Anak-anak kami telah meraih medali emas di bidang karya tulis, media literasi, hingga olahraga. Tahun ini bahkan ada siswa yang dikirim ke Swiss untuk ajang pencak silat internasional. Kami berharap fasilitas digital ini makin mendukung mereka menjadi generasi bermartabat dan siap bersaing secara global,” tambahnya.
CEO Bali Internet, Muhammad Arif Angga, menilai teknologi ini tidak hanya mendukung pendidikan, tetapi juga pariwisata dan UMKM. Huawei pun menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat transformasi digital Indonesia.
Dengan langkah ini, Bali menjadi pionir pendidikan digital di Indonesia. Wi-Fi 7 diharapkan membuka akses setara bagi siswa SMP dan SMA, sekaligus memperkuat daya saing generasi muda di era global.(sur)








