
DENPASAR – Industri wellness dan kecantikan Indonesia memasuki babak baru dengan dideklarasikannya Indonesia Wellness & Beauty Entrepreneur Association (IWBEA) atau Perkumpulan Pelaku Wellness dan Kecantikan Kewirausahaan Indonesia di Sanur, Bali, Jumat (5/6/2026), dalam rangkaian pembukaan Bali Wellness dan Beauty (BWB) Expo 2026.
Deklarasi ini menjadi tonggak penting dalam upaya menyatukan para pelaku usaha, praktisi, akademisi, peneliti, dan pemerhati industri wellness serta kecantikan untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan, berdaya saing global, dan berakar pada kearifan lokal Indonesia.

Dalam naskah deklarasi yang dibacakan pada kesempatan tersebut, para pendiri menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar melalui kekayaan alam, budaya, tradisi kesehatan, serta warisan kecantikan Nusantara yang dapat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi perkembangan industri wellness dunia yang terus bertumbuh.
Ketua Umum IWBEA, Diah Permana, menyatakan bahwa organisasi ini hadir sebagai wadah kolaborasi yang inklusif dan inovatif untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri wellness dan kecantikan global.
“IWBEA dibentuk untuk menyatukan berbagai pemangku kepentingan dalam industri wellness dan kecantikan agar mampu berkembang secara berkelanjutan, meningkatkan kualitas produk dan layanan, serta memperluas akses pasar baik di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.
Deklarasi pendirian IWBEA berlandaskan empat prinsip utama yang menjadi fondasi organisasi. Pertama, pelestarian kearifan lokal, yakni mengangkat dan mengintegrasikan tradisi budaya, ethno-wellness, serta warisan Nusantara ke dalam praktik bisnis modern tanpa menghilangkan identitas bangsa.
Kedua, keberlanjutan dan keberpihakan terhadap lingkungan, melalui penerapan praktik usaha yang ramah lingkungan dan pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab.
Ketiga, pemberdayaan dan sinergi kewirausahaan, dengan membangun jaringan kolaborasi yang kuat mulai dari pelaku UMKM hingga perusahaan besar, sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah, akademisi, dan komunitas.
Keempat, peningkatan standar dan inovasi, melalui penguatan riset, pemanfaatan teknologi, serta standardisasi kompetensi untuk menghasilkan produk dan layanan wellness dan kecantikan yang aman, berkualitas, dan terpercaya.
Selain menjadi wadah kolaborasi, IWBEA juga memiliki sejumlah tujuan strategis. Organisasi ini akan berperan sebagai mitra pemerintah dalam mendukung penyusunan kebijakan yang berpihak pada pertumbuhan industri wellness dan kecantikan nasional.
IWBEA juga berkomitmen menyelenggarakan berbagai program edukasi, pelatihan, sertifikasi, dan pendampingan bisnis guna meningkatkan kapasitas para pelaku usaha. Di samping itu, organisasi ini akan memfasilitasi perluasan pasar melalui pameran, forum bisnis, serta jejaring internasional.
Tak hanya itu, IWBEA juga mendorong lahirnya inovasi produk dan model bisnis berbasis riset yang mampu memberikan dampak positif terhadap kesehatan fisik, mental, dan spiritual masyarakat.
Ketua Dewan Pembina IWBEA, Helvi Moraza, yang juga Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan bahwa pembentukan organisasi ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat daya saing industri wellness Indonesia di tingkat global.
Menurutnya, tren wellness dunia saat ini berkembang sangat pesat dan Indonesia memiliki peluang besar untuk mengambil peran penting dengan memanfaatkan kekayaan budaya, biodiversitas, serta tradisi kesehatan yang dimiliki.
Deklarasi pendirian IWBEA turut disaksikan oleh Ni Luh Puspa dan Hery Gunardi sebagai saksi. Sementara kepengurusan organisasi dipimpin oleh Ketua Umum Diah Permana Tirtawati, dan Sekretaris Jenderal Feri Agustian Soleh.
Dengan deklarasi ini, IWBEA akan melanjutkan proses penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta pembentukan struktur organisasi yang akan menjadi landasan operasional dalam menjalankan berbagai program ke depan.
Kehadiran IWBEA diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan industri wellness dan kecantikan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat wellness dunia yang mengedepankan keberlanjutan, inovasi, dan kearifan lokal. (dha)








