
BADUNG – Trotoar pada salah satu ruas jalan di wilayah Kuta kini tengah tersentuh pembenahan. Bedanya dengan lainnya, permukaan trotoar di sebagian Jalan Raya Kuta ini akan menggunakan potongan batu andesit.
Saat dikonfirmasi, kabar tersebut tidak dipungkiri adanya oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Kuta, I Made Agus Suantara. Kata dia, secara umum pembenahan akan menyentuh trotoar dari titik persimpangan Bemo Corner hingga Truntum Hotel. Pekerjaan dilakukan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung.
“Karena sudah banyak rusak, jadi itu akan diganti. Sebelumnya itu bahannya semacam keramik, yang kalau rusak, itu sangat tajam. Selain itu, kalau hujan, permukaannya juga licin,” sebutnya.
Karena itulah maka pembenahan akan dilakukan dengan menggunakan material batu andesit. Dengan harapan dapat bertahan lebih lama dan lebih kesat. “Sesuai visi misi Bapak Bupati, adalah bagaimana kita memiliki infrastruktur yang baik sebagai daerah pariwisata, maka akan dipergunakan bahan batu andesit,” ungkapnya.
Penggunaan batu andesit untuk trotoar, sambung dia, sesungguhnya bukan suatu hal yang baru. Termasuk di Kuta sendiri, sebagaimana telah diterapkan pada pedestrian sisi barat Jalan Pantai Kuta. “Jadi trotoar di Kuta akan tampak lebih berkualitas dan menunjang citra sebagai destinasi wisata,” imbuhnya sembari mengabarkan bahwa pelaksanaan proyek bersangkutan sudah dimulai belum lama ini.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Badung, I Gusti Ngurah Made Suardika pun menyampaikan hal serupa. Dia menegaskan, pembenahan dilakukan lantaran kondisi trotoar sebelumnya yang sudah banyak mengalami kerusakan.
Adapun bentang trotoar yang akan tersentuh pembenahan, katanya total memiliki panjang 1250 meter. Dengan rincian masing-masing 625 meter, baik pada sisi utara maupun selatan jalan. “Nilai kegiatannya sebesar Rp5.713.899.000 dengan waktu pelaksanaan 170 hari kalender, terhitung mulai 8 Juli 2025,” bebernya mengenai proyek yang dilaksanakan oleh CV Rinjani Jaya Utama dengan CV Rusma Indah sebagai Konsultan Pengawas.
Pemilihan penggunaan andesit, kata Suardika, mempertimbangkan sejumlah hal. Di antaranya yakni berkenaan dengan kekuatan yang lebih baik, dengan ketebalan 3 cm. Di samping itu, tampilan trotoar akan terlihat lebih alami dan senada dengan pedestrian sisi barat Jalan Pantai Kuta. “Jika menggunakan keramik, itu pecahannya tajam dan dapat melukai wisatawan saat berjalan kaki,” pungkasnya sembari mengakui bahwa kalau dilihat dari segi harga, material andesit memang terbilang lebih mahal. (adi)
*Foto istimewa:
Pengecekan pelaksanaan proyek trotoar di Jalan Pantai Kuta titik Bemo Corner hingga Truntum Hotel








