
KLUNGKUNG – Suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan mewarnai pembukaan International Hindi Conference yang digelar di Bali, Rabu (27/8/2025). Acara yang mempertemukan para sarjana, penulis, dan seniman dari India dengan masyarakat Bali dan Nusantara ini resmi dibuka oleh Ida Rsi Putra Manuaba, sosok spiritual yang semasa Walaka dikenal dengan nama Agus Indra Udayana.
Dalam sambutannya, Ida Rsi Putra Manuaba mengungkapkan rasa syukur dan kehormatan bisa hadir dalam forum internasional yang mengusung misi mempererat persaudaraan budaya. Menurutnya, pertemuan ini bukan sekadar perayaan bahasa, tetapi juga penguatan jembatan peradaban antara India dan Indonesia yang telah terjalin selama berabad-abad.
“Bahasa Hindi dan Sansekerta bukan hanya alat komunikasi, tetapi jembatan peradaban yang mempersatukan dua bangsa. Melalui bahasa, kita merayakan jiwa persaudaraan antarbangsa,”ujarnya.
Ida Rsi bersama Prof. Govin Singh Rajwar, salah satu akademisi terkemuka yang hadir, menyampaikan rasa haru melihat antusiasme anak muda Bali yang mulai mempelajari bahasa Hindi dan Sansekerta. Menurutnya, hal ini menandakan adanya kesadaran baru untuk menggali akar budaya dan membuka diri terhadap kebijaksanaan dunia.
“Mereka bukan hanya belajar berbicara, tetapi juga memahami filsafat kehidupan, nilai persaudaraan, dan semangat dharma,” tambahnya.
Bangun Jembatan Budaya Indonesia–India
Sebagai penerima Padma Shri Award 2020 dari Presiden India, Ida Rsi menegaskan komitmennya untuk terus menghidupkan Titibanda Indonesia–India, sebuah konsep jembatan jiwa dan budaya. Melalui literasi bahasa, jembatan tersebut diharapkan semakin kokoh, tidak hanya untuk masa kini tetapi juga untuk diwariskan kepada generasi mendatang.
Ia bahkan mengutip Bhagavad Gita (4.38) untuk menekankan pentingnya pengetahuan sejati:
“Tak ada yang lebih menyucikan di dunia ini selain pengetahuan sejati. Melalui bahasa dan sastra, kita menemukan jalan menuju pengetahuan, dan dengan pengetahuan itulah cahaya spiritual akan menyinari generasi mendatang,” katanya.
Bahasa Sebagai Kekuatan Global
Ida Rsi optimis bahwa literasi Hindi dan Sansekerta akan menjadi kekuatan global karena mengusung kearifan lama ke dalam percakapan dunia modern. Menurutnya, anak-anak muda Bali yang menekuni bahasa ini sedang menulis bab baru dalam sejarah persahabatan India–Indonesia.
“Mari kita lanjutkan perjalanan ini dengan penuh kasih, saling melengkapi kekayaan literasi, dan bersama-sama mewujudkan dunia yang satu keluarga – Vasudhaiva Kutumbakam,” demikian Ida Rsi Putra Manuaba.(yan)








