
KLUNGKUNG – Keluarga Kadek Oka (51), korban tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, tidak henti-henti nya memandangi layar TV yang terpasang di tembok rumah, di Banjar Nesa, Desa Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung.
Keluarga Kadek Oka terus mengikuti perkembangan pencarian korban tenggelam melalui layar kaca. Sebab, hingga Minggu (6/7/2025), pihak keluarga belum mendapat informasi resmi soal nasib Kadek Oka.
Tapi, Senin (7/7/2025) sekitar pukul 10.30 Wita, keluarga Kadek Oka tampak sibuk berkemas-kemas. Istri Kadek Oka, Ni Nyoman Geria Rangkane, berbekal wajah duka berjalan kaki menuju tempat persembahyangan.
Pun wajah Putu Adi Prastika, anak sulung Kadek Oka, tampak berduka. Ia keluar masuk kamar seraya mempersiapkan diri mau meluncur ke Gilimanuk, setelah mendapatkan informasi kalau petugas menemukan kembali 2 sosok mayat terapung di perairan Selat Bali.
“Mohon maaf, kami masih berduka. Kami juga belum mendapat informasi pasti, hanya diminta segera berangkat,” ucapnya singkat.
Putu Adi pun bergegas meninggalkan rumah, disusul oleh ibunya, Ni Nyoman Geria Rangkane. Sementara Putu Suparno, kakak kandung korban, sempat mau ikut ke Gilimanuk. Tapi lantaran ia syok dan mengaku sakit, Putu Suparno memilih tinggal di rumah.
“Maaf tiang (saya) lagi sakit, maaf dumun,” ujarnya seraya berjalan menuju kamar.
Tapi sepupu dari Kadek Oka, Ni Putu Srinadi berusaha menahan duka seraya bercerita, kalau pihak keluarga terus diselimuti perasaan khawatir sejak peristiwa tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, pada Rabu (2/7/2025) pukul 23.20 WIB, dimana Kadek Oka ikut jadi korban.
“Keluarga sampai meluasang (menanyakan kepada orang pintar). Petunjuk niskalanya, katanya masih tersangkut di laut. Kemarin (Minggu) malam ramai orang ke sini, mungkin itu tanda sepupu saya ditemukan, belum ada informasi resmi,” kata Srinadi.
Seraya mengusap wajah, Srinadi mengatakan keluarga sudah ikhlas yang penting Kadek Oka bisa ditemukan.
“Apapun kondisinya, yang penting ditemukan, kami sudah ikhlas,” ujarnya.
Operasi SAR melibatkan TNI-AL, Minggu (6/7/2025), menemukan satu sosok mayat terapung di laut. Mayat berjenis laki-laki tersebut berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUD Blambangan, Jawa Timur.
Hasil identifikasi seperti disampaikan Katim DVI BIDDOKKES Polda Jatim, AKBP Adam, Senin (7/7/2025), sosok pria tersebut adalah Kadek Oka.
Diketahui, Kadek Oka menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk membawa satu unit truk semen bernomor polisi DK 8565 MH. Ia berangkat bersama rekannya, Eko Satrio, yang juga membawa truk semen dengan plat DK 8153 AD. Keduanya bekerja di perusahaan distributor semen di Klungkung.
KMP Tunu Pratama Jaya yang berlayar dari Ketapang ke Gilimanuk pada Rabu malam pukul 22.56 WIB dilaporkan tenggelam sekitar pukul 23.20 WIB. Dari manifest sementara, kapal tersebut mengangkut 65 orang, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru kapal, serta 22 kendaraan, termasuk 14 truk tronton. (yan)








