
KLUNGKUNG – Pemerintahan Kabupaten Klungkung di bawah kepemimpinan Bupati I Made Satria dan Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra resmi menuntaskan 100 hari kerja pertamanya akhir Mei 2025. Sejumlah program prioritas diluncurkan sebagai wujud komitmen membangun tata kelola pemerintahan yang efektif dan pelayanan publik yang lebih berkualitas.
Salah satu langkah awal yang menonjol adalah penyesuaian jam kerja ASN. Melalui Surat Edaran Nomor 1271/2025 tertanggal 20 Maret 2025, jam kerja ASN dikembalikan ke pengaturan semula guna mendorong peningkatan disiplin dan produktivitas.
Dalam rangka penataan birokrasi demi mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sebanyak 16 pegawai ditugaskan ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD). Langkah ini tertuang dalam Surat Perintah Sekda Nomor 800.1.11.1/312/III/2025. Selain itu, usulan penetapan NIP CPNS formasi IT telah disampaikan ke BKN dan dijadwalkan mulai bertugas pada 3 Juni 2025.
Di bidang lingkungan, Pemkab Klungkung meningkatkan kapasitas pengolahan sampah residu di TOSS Gema Santi dari 2,5 ton menjadi 5 ton per hari dengan dukungan alat CTBL baru. Kolaborasi dengan PT Airindo Jaya Makmur dalam pengadaan alat thermal pemusnah sampah juga mulai berjalan sejak 30 April hingga 13 Juni 2025.
Inovasi di sektor pariwisata ditunjukkan melalui program One Gate One Destination (OGOD). Program ini mengintegrasikan pengelolaan dan retribusi di sejumlah destinasi wisata seperti Kelingking, Broken Beach, Devil’s Tears, Pantai Segara Penida (Crystal Bay), hingga Mata Air Temeling. Peluncuran OGOD digelar di Kantor Camat Nusa Penida pada 27 Mei 2025.
Di sisi infrastruktur, peningkatan dan pemeliharaan akses jalan menuju destinasi wisata terus dilakukan. Beberapa proyek yang sedang berjalan antara lain peningkatan Jalan Bunga Mekar–Pura Kalibun, Jalan Sekartaji–Sedihing, serta pemeliharaan Jalan Toya Pakeh–Sebunibus. Penambalan jalan berlubang di Klungkung daratan dan Nusa Penida telah dimulai serentak pada 26 Mei 2025.
Pemkab juga meluncurkan sistem digital “Klungkung dalam Genggaman” pada 27 Mei 2025 di Mal Pelayanan Publik (MPP). Sistem ini menyempurnakan pendataan kependudukan dan layanan publik berbasis digital. Optimalisasi layanan di MPP turut dilengkapi dengan kehadiran seluruh layanan Disdukcapil serta inovasi Pojok Baca Digital (POCADI) dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.
Dalam upaya meningkatkan aksesibilitas wisata, shortcut jalan sepanjang 700 meter dari Broken Beach ke Crystal Bay telah selesai dibangun. Pendataan lahan untuk kelanjutan jalur sejauh ±1,3 km masih berlangsung.
Pemkab juga meluncurkan kebijakan santunan kematian sebesar Rp2 juta, berdasarkan Perbup Klungkung Nomor 11 Tahun 2025 sebagai bentuk perhatian sosial kepada masyarakat.
Di bidang lingkungan hidup, penataan taman kota dimulai dengan kegiatan penghijauan dan peluncuran program taman kota oleh Wakil Bupati pada 23 Mei 2025.
Tak kalah penting, peningkatan layanan RSUD Klungkung juga menjadi prioritas. Fasilitas layanan Hemodialisis (HD) tanpa antrean, edukasi CAPD, serta pembangunan rumah duka telah tersedia dan diresmikan pada 3 Juni 2025. Semua fasilitas tersebut dibangun tanpa membebani APBD.
Bupati I Made Satria menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan komitmennya bersama Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra untuk terus bekerja demi kemajuan Klungkung.
“Semua langkah ini merupakan bagian dari Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru, menuju Klungkung Mahottama,maju, harmonis, tentram, dan makmur,” ujarnya. (yan)








