
KLUNGKUNG – Bupati Klungkung I Made Satria berkomitmen membenahi infrastruktur jalan di Kecamatan Nusa Penida. Langkah ini sebagai wujud mendukung perkembangan industri pariwisata.
Bupati Made Satria kepada wartawan Jumat (25/4/2025) menyampaikan, penanganan jalan di Nusa Penida melalui pendekatan sangat mendesak dan mendesak. Yang sifatnya sangat mendesak dikerjakan tahun 2025, diantaranya berupa kegiatan penambalan jalan rusak.
Sedangkan yang sifatnya mendesak, ada dua proyek akan dikerjakan pada tahun 2026. Dua proyek tersebut yakni, pembangunan shortcut dengan lebar 12 meter menghubungkan jalur Pantai Crystal Bay di Desa Sakti dengan jalur Pantai Broken Beach di Desa Bunga Mekar.
Satunya lagi pembangunan jalan menghubungkan jalur Pantai Broken Beach dengan jalur Pantai Angel Billabong di Dusun Sompang, Desa Bunga Mekar.
“Yang sifatnya sangat mendesak akan kita kerjakan tahun 2025 dengan kegiatan berupa penambalan. Sedangkan yang sifatnya mendesak akan kita kerjakan tahun 2026, termasuk pembangunan shortcut,” tandas Bupati Made Satria didampingi Kabag Humas dan Protokol Gusti Made Suwarba.
Menurut Bupati asal Dusun Sental Kangin, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida ini, pembenahan infrastruktur jalan merupakan kebutuhan penting dalam rangka meningkatkan aksesibilitas pariwisata. Selain itu untuk mendorong ekonomi lokal, meningkatkan konektivitas antar destinasi.
Meningkatkan daya saing daerah, menambah pengalaman wisatawan serta menjaga keberlanjutan pariwisata.
“Saat ini kita masih mengandalkan industri pariwisata sebagai pendongkrak PAD (pendapatan asli daerah). PAD kita masih tergolong kecil karena itu pendukung pariwisata wajib diperhatikan,” kata Satria.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR I Gede Mertajaya dikonfirmasi, Minggu (27/4/2025) menyampaikan, pembangunan shortcut yang direncanakan tahun 2026 memiliki panjang sekitar 3 kilometer dengan lebar 12 meter. Shortcut nantinya memperpendek jarak tempuh dari 17 kilometer menjadi 3 kilometer.
“Ini akan menjadi satu-satunya jalan (shortcut) terlebar di Nusa Penida,” kata Mertajaya.
Menindaklanjuti rencana tersebut, progres saat ini Mertajaya masih mendata para pemilik lahan yang nantinya terkena jalur proyek. Mertajaya menyatakan belum bisa memperkirakan berapa banyak anggaran yang dibutuhkan untuk mewujudkan pembangunan shortcut tersebut.
Pasalnya,prosesnya masih sedang berjalan mulai dari pendataan pemilik lahan, pengukuran, barulah dibuat perencanaan.
“Untuk shortcut belum dihitung (anggarannya) karena belum selesai mendata dan pengukuran apakah benar (panjangnya) 3 kilometer atau lebih,” ujarnya. .
Sedangkan rencana pembangunan jalan menghubungkan jalur Pantai Broken Beach dengan jalur Pantai Angel Billabong, dengan panjang 1,3 kilometer, lebar 9 meter diperkirakan menghabiskan anggaran mencapai Rp7 miliar. Pembangunannya meliputi pembangunan ruas jalan dengan aspal panas (hotmix), saluran (drainase).
“Pemilik lahannya sudah kita dapatkan,hanya saja perlu memastikan apakah pemilik lahan mau menyerahkan tanahnya untuk pembangunan jalan,” kata Mertajaya yang juga asal Nusa Penida.
Mertajaya belum berani menyebutkan sumber anggaran guna membiayai dua proyek tersebut.
“Nah itu (sumber anggaran) saya belum tahu pasti, nanti Pak Bupati yang akan memberikan statemen,” katanya.
Ia menambahkan, pemeliharaan jalan tahun 2025 menggunakan APBD Klungkung dan akan berkontrak 7 Mei 2025. Paket lain yang dikerjakan tahun 2025, Toyapakeh-Sebunibus, serta peningkatan jalan pada ruas jalan Bunga Mekar-Pura Kalibun dan Sekartaji-Sedihing,Nusa Penida.
Dari total jaan kabupaten 464,962 kilometer, sepanjang 83,695 kilometer diantaranya kondisinya rusak dan anggaran penanganannya dimohonkan melalui dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemkab Badung.
Ada 13 paket pekerjaan yang diusulkan mendapatkan bantuan keuangan khusus, 12 diantaranya merupakan penanganan jalan rusak dan satu paket pekerjaan normalisasi aliran sungai.(yan)








