
KLUNGKUNG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah resmi dilaunching di Kecamatan Klungkung dua bulan lalu, kini semakin meluas. Jumlah penerima manfaat pun mengalami peningkatan signifikan.
Jika pada saat peluncuran jumlah siswa penerima manfaat tercatat sebanyak 971 orang, kini angkanya bertambah menjadi 1.240 siswa. Dari total tersebut, 557 siswa memilih porsi kecil, sementara 683 siswa memilih porsi besar. Selain itu, menu makanan pun disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa, mulai dari tanpa telur, tanpa nasi, tanpa daging, tanpa ikan, hingga permintaan makanan siap saji.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Kabupaten Klungkung, Ketut Sujana, saat dikonfirmasi pada Selasa (15/4/2025) membenarkan adanya penambahan jumlah penerima manfaat. Ia merinci, tambahan siswa berasal dari TK Manduang sebanyak 36 siswa, SD Negeri Manduang 100 siswa, dan SD Negeri Tegak 133 siswa.
“Program MBG ini awalnya menyasar sekolah-sekolah di Desa Selat, Manduang, dan Selisihan. Kini cakupan layanan sudah meluas hingga Desa Tegak,” jelas Sujana.
Meski cakupan penerima manfaat bertambah, Sujana mengakui pelaksanaan program MBG di Kecamatan Klungkung masih bergantung pada satu dapur umum yang berlokasi di Desa Selat. Menurutnya, idealnya dibutuhkan tiga dapur umum untuk memaksimalkan distribusi makanan bergizi, namun hingga saat ini baru satu dapur yang beroperasi, itupun dikelola oleh pihak swasta selaku mitra Badan Gizi Nasional.
Sementara itu, untuk implementasi program MBG di Kecamatan Nusa Penida, Sujana menegaskan bahwa persiapannya tidak bisa dilakukan terburu-buru. Ia menyebut, kondisi geografis Nusa Penida yang terpisah dari daratan utama serta jarak antar sekolah yang berjauhan menjadi tantangan tersendiri.
“Pasokan bahan baku juga jadi persoalan, karena harus dikirim dari daratan. Kalau cuaca buruk, penyeberangan sering terganggu. Jadi perlu persiapan matang, tidak bisa grasa-grusu,” tegasnya.
Sujana memprediksi, jika program ini mulai berjalan di Nusa Penida, setidaknya dibutuhkan lima dapur umum untuk mencakup tiga pulau, yakni Nusa Gede, Ceningan, dan Lembongan.
Hingga saat ini, pihaknya mengaku belum menerima informasi resmi mengenai jadwal pelaksanaan Program MBG di Nusa Penida. “Biasanya informasi baru turun beberapa hari setelah pelaksanaan di lapangan,” ujar Sujana.
Di sisi lain, Tim Badan Gizi Nasional diketahui telah melakukan survei lokasi dapur sehat untuk mendukung program MBG di Nusa Penida. Survei dilakukan di Rumah Makan Boga Segara, Desa Batununggul, pada Jumat (11/4/2025). Rencananya, tempat tersebut akan dialihfungsikan sebagai dapur sehat untuk persiapan uji coba layanan makan gratis yang ditargetkan mulai Mei 2025, dengan sasaran siswa di Desa Batununggul, Kutampi Kaler, dan Desa Ped. (yan)








