
KLUNGKUNG – Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Klungkung terus menunjukkan semangat dan kekompakan dalam membantu warga pengungsi asal Dusun Sental Kangin, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, yang saat ini mengungsi di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Banjarangkan.
Setiap hari, mereka bekerja tanpa kenal lelah untuk memastikan pengungsi mendapatkan makanan yang layak dan bergizi.
Pada Rabu (2/4/2025) sore, wajah ceria tim yang sedang bertugas siang hingga sore hari tampak sangat semangat meskipun tuntutan pekerjaan mereka cukup berat. Koordinator Tim Tagana Kabupaten Klungkung, Nyoman Sujana, menjelaskan bahwa setiap hari, mereka mengerahkan 7 personil untuk masing-masing shift tugas, dengan jadwal pembagian tugas pagi hingga siang, dan siang hingga sore hari.
Masak 21 Kilo Setiap Hari dengan Menu Variatif
Menurut Nyoman Sujana, tim Tagana tidak hanya bertugas memberikan bantuan fisik tetapi juga memberi dukungan moral kepada para pengungsi, agar mereka merasa lebih nyaman dan tenang.
“Kami berusaha melayani para pengungsi dengan sepenuh hati, seperti saudara. Setiap hari kami memasak 21 kilo beras untuk kebutuhan makan para pengungsi di SKB Banjarangkan,” ujar Sujana.
Tim Tagana juga berusaha memastikan variasi menu agar pengungsi tidak merasa bosan. Di pagi hari, mereka menyajikan nasi goreng yang dibungkus dan dibagikan kepada 28 pengungsi. Sedangkan untuk makan siang, mereka menyediakan tempe goreng, tahu, sambal tomat, ayam suwir, dan sayur plecing.
“Setiap hari, kami berganti menu sesuai dengan ketersediaan bahan makanan yang ada. Kami ingin memastikan makanan yang disajikan tetap bergizi dan mengenyangkan,” lanjut Sujana.
Pengalaman Memasak yang Terbukti Berkualitas
Sujana menjelaskan bahwa sebagian besar anggota tim Tagana sudah berpengalaman dalam memasak, berkat pelatihan yang mereka terima sebelumnya. Pelatihan tersebut, menurutnya, sangat membantu dalam memastikan kualitas masakan yang mereka sajikan setiap hari.
“Kami sudah dilatih untuk keperluan memasak dalam situasi darurat seperti ini, jadi tidak ada masalah dalam hal masakan. Kami memang sudah terlatih,” kata Sujana.
Mengutamakan Kedekatan Emosional dengan Pengungsi
Selain memasak, Tim Tagana juga berusaha menghibur para pengungsi agar dapat terjalin kedekatan emosional yang dapat mengurangi rasa stres dan trauma akibat peristiwa yang mereka alami.
“Kami melihat para pengungsi, terutama anak-anak, sangat membutuhkan dukungan moral. Kami bersama relawan dari PMI berusaha untuk memberikan rasa aman dan empati kepada mereka,” ujar Sujana.
Bahan Makanan Disediakan oleh Dinas Sosial
Terkait bahan makanan yang digunakan untuk memasak, Sujana menjelaskan bahwa semua bahan makanan untuk pengungsi di-drop oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Klungkung. Keperluan lainnya, seperti alat-alat kebersihan dan keperluan lain, juga dibantu oleh Dinas Pendidikan.
Namun, meskipun kebutuhan makan sehari-hari mereka tercukupi, sebagian besar pengungsi mengungkapkan bahwa mereka merasa tidak nyaman di lokasi pengungsian dan berharap dapat segera kembali ke kampung halaman mereka di Dusun Sental Kangin untuk hidup damai bersama warga setempat.
Aparat Keamanan Diterjunkan untuk Menjaga Keamanan Pengungsi
Pantauan di lokasi pengungsian SKB Banjarangkan, tampak aparat kepolisian dan petugas Satpol PP yang disiagakan untuk menjaga keamanan. Selain itu, pegawai dari Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, dan dinas terkait lainnya juga turut hadir membantu kelancaran proses penanganan pengungsi.
Sejak Senin (31/3), sebanyak 28 warga Dusun Sental Kangin terpaksa diungsikan oleh aparat karena alasan keamanan setelah terjadi ketegangan dengan warga setempat pada Minggu malam (30/3/2025). (yan)








