
JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten Jembrana menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Gedung Kesenian Ir. Soekarno dan dihadiri berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah Pemkab Jembrana, DPRD, instansi vertikal, camat, lurah, kepala desa, Majelis Madya, Majelis Kecamatan, bendesa adat, tokoh masyarakat, hingga akademisi.
Musrenbang ini juga dihadiri oleh perwakilan Badan Perencanaan Daerah Provinsi Bali, Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, pengurus TP PKK Kabupaten Jembrana, serta Ketua dan Pimpinan DPRD beserta seluruh pimpinan fraksi di DPRD Jembrana.
Mengusung tema “Percepatan Transformasi Sosial Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan sebagai Modal Dasar Pembangunan Daerah”, Musrenbang RKPD 2026 bertujuan untuk menentukan prioritas pembangunan, menyelaraskan rencana pembangunan, mengakomodasi aspirasi masyarakat, serta menentukan alokasi anggaran dan sumber pendanaan.
Dalam sambutannya, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menegaskan bahwa Musrenbang RKPD Tahun 2026 harus menjadi momentum untuk merumuskan perencanaan pembangunan yang berbasis aspirasi masyarakat.
“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk merumuskan prioritas pembangunan daerah yang selaras dengan visi, misi, dan program yang telah kami janjikan kepada masyarakat. Selain itu, perencanaan ini juga harus mempertimbangkan arah kebijakan pembangunan nasional, Provinsi Bali, serta RPJMD Semesta Kabupaten Jembrana Tahun 2025-2030,” ujarnya.
Bupati Kembang juga berharap RKPD 2026 dapat mengakomodasi program prioritas dan unggulan yang belum terlaksana pada APBD Tahun 2025. Untuk itu, ia meminta agar tahapan penyusunannya disinergikan dengan RPJMD 2025-2030 agar dapat menjadi landasan strategis bagi pembangunan lima tahun ke depan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya efisiensi dalam perumusan alokasi belanja serta pengakomodasian aspirasi masyarakat dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kondisi keuangan daerah.
“Saya mengajak seluruh stakeholder dan unsur masyarakat yang hadir untuk benar-benar memanfaatkan forum ini guna memberikan masukan dan saran, serta mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan dalam penyusunan program pembangunan RKPD 2026,” pungkasnya.
Dengan diselenggarakannya Musrenbang ini, diharapkan pembangunan Kabupaten Jembrana dapat semakin maju dan adaptif terhadap perubahan zaman, sejalan dengan visi percepatan transformasi sosial ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(ara,yan)








