
KLUNGKUNG – Ketimpangan antara lulusan pendidikan dan kebutuhan dunia kerja kian menjadi persoalan serius di tengah dinamika pasar tenaga kerja yang terus berubah.
Di satu sisi, jumlah lulusan terus meningkat setiap tahun, namun di sisi lain, dunia industri justru menghadapi kesulitan menemukan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan.
Kondisi ini tidak hanya memicu meningkatnya angka pengangguran terdidik, tetapi juga menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan riil di dunia kerja.
Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra usai membuka bursa kerja di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Rabu (29/4/2026) dikonfirmasi mengatakan,
pemerintah daerah selama ini terus berupaya menjembatani kesenjangan dunia kerja melalui berbagai program pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri seperti pelatihan kerja ke luar negeri, pelatihan terapis.
“Guna menekan ketimpangan antara lulusan dan kebutuhan pasar kerja, Pemkab secara konsisten menggelar pelatihan keterampilan sebagai langkah strategis peningkatan kompetensi tenaga kerja agar bermutu dan berkualitas,” tandas Tjokorda Gde Surya didampingi Kadis Ketenagakerjaan Nyoman Sidang.
Wakil Bupati menyampaikan, bursa kerja yang diadakan Pemkab serangkaian perayaan ke-34 HUT Kota Semarapura dan peringatan ke-118 Hari Puputan Klungkung bagian dari upaya memfasilitasi tenaga kerja di Klungkung bisa mengakses informasi bursa kerja secara mudah.
“Bursa kerja ini merupakan jembatan strategis yang mempertemukan para pencari kerja dengan dunia usaha secara langsung,” ujarnya.
Wabup Tjok Surya menyinggung Kabupaten Klungkung mencatatkan prestasi membanggakan di sektor ketenagakerjaan. Berdasarkan data di tahun 2025, tingkat pengangguran di Klungkung berada di angka 1,15% (sebanyak 1.501 orang). Angka ini menempatkan Klungkung sebagai daerah dengan tingkat pengangguran terendah kedua di Provinsi Bali setelah Kabupaten Bangli.
“Meski demikian, pemerintah tidak ingin berpuas diri. Masih adanya indikator seperti 17,08% pekerja keluarga yang tidak dibayar menjadi fokus evaluasi untuk terus meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja menuju target pengangguran mendekati nol persen,” imbuhnya.
Menurut Wabup Tjok Surya Job Fair bukan hanya ajang pertemuan, tetapi juga jembatan menuju masa depan yang lebih baik.
“Saya berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan, masyarakat Klungkung pada umumnya dapat diserap di dunia kerja sesuai kompetensi mereka dan memperoleh hak-haknya sebagai tenaga kerja secara maksimal,” demikian Wabup Tjok Surya. (yan)








