
KLUNGKUNG – Seorang perempuan lanjut usia Bernama Ni Nyoman Sumarni (72) ditemukan meninggal dunia setelah diduga terpeleset di area persawahan Subak Aan, Desa Tihingan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Rabu (8/4/2026) pagi. Peristiwa tragis ini terjadi saat korban tengah beraktivitas di sawah bersama suaminya.
Korban yang seorang pensiunan PNS warga Dusun Pau, Desa Tihingan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 08.30 WITA di aliran irigasi area persawahan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 08.00 WITA ketika korban bersama suaminya, I Wayan Mandri (73), pergi ke sawah untuk menanam padi sekaligus memetik bunga. Setibanya di lokasi, keduanya beraktivitas terpisah, di mana suami korban fokus menanam padi di bagian selatan, sementara korban memetik bunga di sekitar area subak.
Namun, saat hendak mengambil bibit padi, saksi I Wayan Mandri justru mendapati korban sudah berada di aliran irigasi. Ia pun langsung berupaya menolong korban sambil meminta bantuan kepada warga sekitar, yakni I Ketut Sudania (60), yang kebetulan berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Keduanya kemudian mengangkat korban dan membawanya ke sebuah pondok di area persawahan. Namun saat tiba di pondok, korban diketahui sudah tidak bernyawa.
Selanjutnya, pihak keluarga dihubungi untuk membawa jenazah korban ke rumah duka di Dusun Pau, Desa Tihingan. Korban tiba di rumah duka sekitar pukul 09.00 WITA.
Sekitar pukul 10.00 WITA, Tim Inafis dari Polres Klungkung bersama tim medis dari Puskesmas II Banjarangkan melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, baik akibat benda tajam maupun benda tumpul. Tim medis hanya menemukan luka lecet pada bagian bibir yang diduga akibat benturan saat korban terjatuh,” terang Kasi Humas Polres Klungkung Iptu I Dewa Komang Alit Purnawibawa seizin Kapolres AKBP Mikael Hutabarat.
Selain itu, di lokasi kejadian juga ditemukan bekas jejak kaki yang mengindikasikan korban terpeleset sebelum akhirnya terjatuh ke aliran irigasi. Saat ditemukan pertama kali, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Pihak keluarga korban memilih menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak melaporkannya secara resmi kepada pihak berwenang. (yan)








