
KLUNGKUNG – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Klungkung pada tahun 2025 mencapai Rp495.447.779.791,95 atau sekitar 83,08 persen dari target yang ditetapkan. Capaian ini menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, dengan peningkatan Rp75,56 miliar atau 17,99 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 sebesar Rp419,87 miliar.
Data tersebut terungkap dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Klungkung Tahun 2024 yang dibacakan Bupati I Made Satria dalam rapat paripurna DPRD, Rabu (25/3/2026).
Peningkatan PAD terutama didorong oleh sektor pajak daerah, khususnya Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Jasa Perhotelan yang tumbuh pesat seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan Nusa Penida.
Secara makro, Bupati Satria menyebut kinerja pemerintahan daerah pada 2025 tergolong solid. Pertumbuhan ekonomi Klungkung tercatat 5,67 persen, menempatkan Klungkung pada peringkat kelima di Bali dan lebih tinggi dibandingkan Tabanan, Bangli, Jembrana, dan Karangasem.
“Tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga berada pada angka 1,15 persen, menjadi yang terendah kedua di Bali setelah Bangli. Selain itu, rasio gini membaik menjadi 0,285, menandakan tingkat ketimpangan yang rendah,” ungkap Bupati Satria.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Klungkung mencapai 75,89 dengan pertumbuhan 0,98 persen, termasuk salah satu yang tercepat di Bali. Sementara itu, persentase penduduk miskin berada di angka 5,18 persen, namun secara jumlah absolut hanya sekitar 9,48 ribu jiwa, paling sedikit di Bali.
Dalam laporannya, Bupati juga memaparkan berbagai program pembangunan yang didanai melalui DAK, BKK, DAU, dan PAD.
“Dana tersebut digunakan untuk pembangunan dan renovasi fasilitas kesehatan, peningkatan infrastruktur jalan, irigasi, pendidikan, hingga penerangan jalan umum di empat kecamatan,” terangnya.
Di bidang sosial dan budaya, pemerintah daerah juga memberikan bantuan ngaben massal sebesar Rp5 juta per sawa dengan maksimal Rp150 juta per desa adat, peningkatan dana penghargaan Pitra Bhakti menjadi Rp2 juta per akta kematian, serta pemberian perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 8.685 pekerja rentan.
Bupati Satria menambahkan, berbagai capaian pembangunan tersebut turut diakui melalui sejumlah penghargaan, di antaranya predikat UHC Utama, penghargaan Indeks Harmoni Indonesia, serta insentif fiskal atas percepatan penurunan stunting tahun 2025. (yan)








